Kota Taif yang berada di puncak Pegunungan Sarawat menyajikan keunikan dengan keharuman mawar yang khas.
Wilayah subur sekitar 90 kilometer dari Makkah ini dikenal sebagai pusat penghasil buah premium dan bunga mawar.
>>> ASDP Optimalkan Armada Merak Bakauheni Jelang Libur Sekolah
Mawar Taif legendaris memiliki sekitar 30 kelopak dengan aroma kuat dan tahan lama.
Budidaya tanaman ini telah dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO karena berlangsung selama ratusan tahun.
Pada musim semi hingga April, sekitar 800 perkebunan di Al-Hada dan Al-Shafa memanen mawar secara massal.
Hasil panen mendunia sebagai bahan baku parfum mewah internasional, termasuk untuk menyucikan dinding luar Kabah di Mekkah.
Penyulingan Tradisional Berusia 150 Tahun
Salah satu pusat penyulingan legendaris di Al-Hada adalah Rashid Hussein Al-Qurashi. Tempat ini telah berusia 150 tahun dan kini dikelola oleh pewaris generasi keenam, Abdullah atau Dul.
>>> Polda Metro Jaya Rekayasa Lalu Lintas saat Kunjungan Presiden Jerman
Proses pengolahan di pabrik Al-Qurashi tetap mempertahankan teknik tradisional dengan memasak ribuan kelopak mawar di bejana. Modernisasi juga dilakukan dengan menghadirkan kilang penyulingan berkapasitas besar.
Wadah penyulingan ukuran sedang mampu menampung hingga 35 ribu bunga mawar. Kilang besar memiliki kapasitas tampung mencapai 600 ribu bunga mawar.
Proses pemanasan menggunakan tungku membuat sari pati mawar mengalir dan ditampung dalam galon transparan. Durasi penyulingan membutuhkan waktu enam hingga delapan jam tanpa henti.
"Mawar di Taif sudah panen bulan Ramadan dan Syawal lalu," kata Dul. "Setelah selesai, air mawar akan berada di bawah dan minyak mawar atau attar di atas."
Air dan minyak hasil sulingan diolah menjadi parfum, sabun, losion, obat rambut, serta produk perawatan kulit.
Produk dipasarkan di toko depan pabrik dan dikirim ke luar daerah hingga Jerman dan Cina.
>>> 86 Nama Bayi Laki-laki Sunda Ningrat dan Artinya yang Penuh Makna
Harga air mawar mulai dari 11 SAR atau sekitar Rp 52 ribu per botol, losion 16 SAR, dan parfum mulai dari 33 SAR.
Minyak mawar murni mencapai 400 SAR karena proses produksi yang rumit.
Pabrik ini menjadi destinasi wisata bagi jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Pengelola juga menyediakan kafe di Al-Hada sebagai tempat bersantai.
Tercatat tidak kurang dari 3.000 orang berkunjung pada musim haji dan 6.000 orang pada musim umrah.
Pendapatan dari satu jenis produk diperkirakan mencapai Rp 1-2 miliar per tahun.
>>> Prabowo Bahas Realisasi Investasi Asing di Kertanegara
"Untuk satu produk saja mungkin Rp 1-2 miliar per tahun," kata Dul.