⌂ Beranda News Skotlandia Taklukkan Haiti pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Skotlandia Taklukkan Haiti pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Skotlandia Taklukkan Haiti pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Pemain Skotlandia dan Haiti bertanding di Stadion Boston pada Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Tim nasional Skotlandia berhasil mengalahkan Haiti dengan skor 1-0 dalam laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026.

Pertandingan berlangsung di Stadion Boston pada Sabtu, 13 Juni 2026 malam waktu setempat.

>>> Haiti vs Skotlandia: Laga Pembuka Grup C Piala Dunia 2026

Gol tunggal kemenangan Skotlandia dicetak oleh John McGinn pada menit ke-28. Sepakannya di dalam kotak penalti berbelok arah setelah mengenai bek Haiti.

Kemenangan ini membawa Skotlandia memuncaki klasemen sementara Grup C. Brasil dan Maroko harus puas berbagi angka setelah bermain imbang di pertandingan lain.

Pertandingan berjalan ketat dan diwarnai protes dari pihak Haiti. Mereka mengeklaim adanya pelanggaran handsball oleh Hanley di area penalti, namun wasit tidak memberikan hadiah penalti.

Momen Bersejarah bagi Kedua Negara

Laga ini menjadi momen bersejarah karena menandai kembalinya kedua negara ke panggung tertinggi sepak bola dunia setelah absen puluhan tahun.

Skotlandia mencatatkan penampilan perdana sejak Piala Dunia 1998 di Prancis.

Sementara itu, Haiti kembali untuk pertama kalinya sejak partisipasi terakhir mereka pada tahun 1974 di Jerman Barat.

Kondisi politik dalam negeri yang tidak stabil membuat skuad Haiti harus memainkan seluruh pertandingan kualifikasi di luar kandang, tepatnya sejauh 500 mil di Curacao.

Di Boston, kembalinya tim nasional Haiti disambut perayaan besar oleh komunitas diaspora. Mereka kini menghadapi tekanan politik terkait status perlindungan sementara di Amerika Serikat.

Anggota dewan kota Boston, Ruthzee Louijeune, mengorganisasi pawai ratusan penggemar dari Copley Square menuju Boston Common menjelang pertandingan.

Aksi ini bertujuan memberikan dukungan moral bagi komunitasnya.

"Momen ini memiliki bobot, sejarah, dan kebanggaan yang luar biasa bagi diaspora Haiti," ujar Ruthzee Louijeune.

Tekanan politik akibat kebijakan administrasi Donald Trump terkait pembatasan perjalanan dan ancaman terhadap status hukum residen tidak menyurutkan semangat diaspora.

Mereka tetap berkumpul di Stadion Gillette menggunakan atribut merah, biru, dan putih.

"Di saat-saat sulit, kami memiliki presiden yang menyerang komunitas Haiti selama Trump 1.0 dan sekarang 2.0, di mana status perlindungan sementara sedang diserang," kata Ruthzee Louijeune.

Diaspora menganggap keberhasilan tim nasional menembus putaran final sebagai bukti ketangguhan bangsa yang sedang dilanda krisis kemanusiaan dan konflik geng bersenjata.

"Kami berada di bawah banyak tekanan dan stres. Tapi satu hal yang penting diingat adalah Haiti selalu mampu melampaui batas.

Bahkan di saat-saat sulit, kami percaya Haiti yang lebih baik mungkin terjadi karena apa yang ditunjukkan leluhur kami," tutur Ruthzee Louijeune.

Bagi warga diaspora yang menetap di Massachusetts, kehadiran Les Grenadiers di turnamen akbar ini menjadi salah satu impian terbesar yang menjadi kenyataan.

>>> Insider NBA Sarankan Spurs Mainkan Dylan Harper Lebih Banyak di Game 5

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru