Rusia melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah kota di Ukraina pada Senin (15/6) dini hari.
Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah komunikasi telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump.
>>> Sony Indonesia Luncurkan Headphone Premium 1000X The Collexion
Ibu kota Kyiv menjadi salah satu sasaran utama. Sebuah kompleks apartemen terbakar dan situs bersejarah Biara Kyiv-Pechersk Lavra mengalami kerusakan.
Akibat serangan tersebut, aliran listrik terputus bagi sekitar 140.000 rumah tangga. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyebut insiden ini sebagai "serangan musuh" melalui akun Telegram-nya.
Kota Lain Juga Terdampak
Selain Kyiv, militer Rusia juga menghantam kota Kharkiv, Dnipro, dan Kryvyi Rih dengan kekuatan besar.
>>> Kebutuhan Meningkat, Lokasi SPKLU di Medan Makin Tersebar Luas
Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko mengonfirmasi bahwa lima personel petugas penyelamat tewas di Kharkiv saat mengevakuasi warga sipil.
Serangan ini terjadi setelah Trump melakukan pembicaraan telepon terpisah dengan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Perundingan damai yang dimediasi AS saat ini masih buntu.
>>> Ramalan Zodiak Cancer, Leo, dan Virgo: Peluang Finansial dan Asmara
Trump disebut tengah mengalihkan fokus pada ketegangan dengan Iran. Sementara itu, Ukraina terus menyerang fasilitas minyak dan pabrik kimia di wilayah Rusia.
Zelensky dan Trump dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-7 di Prancis yang dimulai pada hari Senin.
"Kami sepakat untuk membahas lebih lanjut hal ini dalam pertemuan kami di KTT G-7," kata Zelensky.
>>> Alex Pereira Naik Kelas Berat, Incar Sejarah Juara Tiga Divisi UFC di Gedung Putih
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait poin-poin pembicaraan antara Trump dengan kedua pemimpin negara yang berkonflik.