PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026.
Penyesuaian ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia dan dinamika geopolitik global.
>>> Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa kebijakan tersebut mempertimbangkan pergerakan harga minyak internasional serta daya beli masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga juga berlaku di sejumlah SPBU swasta yang menjual BBM non-subsidi.
>>> Investor Asing Borong Saham BUMI Senilai Rp40,71 Miliar
Harga BBM Subsidi Tetap
Simon memastikan tidak ada perubahan harga untuk BBM subsidi. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter sesuai regulasi pemerintah.
Menurut Simon, langkah ini diambil setelah otoritas sempat mempertahankan harga lama untuk meminimalkan dampak terhadap konsumen. Namun, kenaikan biaya pengadaan dan distribusi logistik akhirnya mendorong penyesuaian.
>>> Investor Asing Borong Saham Gudang Garam Sepuluh Pekan Beruntun
Perbandingan Harga di Asia Tenggara
Harga Pertamax saat ini Rp16.250 per liter, masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara tetangga.
Data per 11 Juni 2026 menunjukkan Filipina Rp22.158 per liter, Myanmar Rp25.085 per liter, Thailand Rp28.910 per liter, Laos Rp31.945 per liter, dan Singapura Rp42.971 per liter.
>>> Diskon Mesin Cuci Front Load 7 Kg Sharp Meriahkan Transmart Full Day Sale
Simon mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan mendukung ketahanan energi nasional. Pertamina bersama pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan energi di tengah tantangan global.
