⌂ Beranda News Kenaikan Harga Pertamax Keluhkan Konsumen Sepeda Motor di Jabodetabek

Kenaikan Harga Pertamax Keluhkan Konsumen Sepeda Motor di Jabodetabek

Kenaikan Harga Pertamax Keluhkan Konsumen Sepeda Motor di Jabodetabek
Sepeda motor antre di SPBU Pertamina
A A Ukuran Teks16px

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax sejak Rabu, 10 Juni 2026, membuat pengeluaran operasional pekerja lapangan pengguna sepeda motor di Jabodetabek membengkak.

Seorang pekerja lapangan asal Bogor, Yosef Krisna, mengaku pengeluaran bulanannya naik dari Rp500 ribu menjadi Rp650 ribu.

>>> PPPK Paruh Waktu Dipastikan Menerima Gaji ke-13 pada Juni 2026

"Setiap dua hari saya perlu Rp65.000 hingga Rp72.000 untuk mengisi tangki penuh. Artinya, saya menghabiskan setidaknya Rp650.000 sebulan, naik Rp150.000," ujarnya.

Mobilitas harian yang tinggi membuat transportasi umum tidak efisien bagi pekerja lapangan yang sering berpindah lokasi.

"Setiap hari saya selalu mengandalkan sepeda motor karena saya pekerja lapangan, jadi sering berpindah dari satu lokasi kerja ke lokasi lain dalam sehari," kata Yosef.

Menurutnya, sepeda motor tetap menjadi pilihan utama karena lebih cepat dan mudah berpindah antarlokasi dibandingkan transportasi publik.

"Kalau naik transportasi umum, malah lebih boros karena harus bayar ojek dan sebagainya. Tapi kalau pakai motor sendiri, lebih mudah pindah-pindah jika lokasi kerja berubah," tuturnya.

Meski demikian, Yosef belum memutuskan beralih ke Pertalite. Ia ingin melihat dampak jangka panjang kenaikan ini terhadap keuangannya.

>>> Pidato Prabowo di Hari Lahir Pancasila: Autokritik Tajam untuk Pembangunan

"Soal pindah ke Pertalite, saya tidak mau gegabah.

Saya ingin coba jalani dulu, tapi jika harga Pertamax saat ini menguras dompet, mau tidak mau saya akan beralih ke Pertalite," ucapnya.

Kondisi serupa dialami Rama, pekerja dengan mobilitas tinggi yang kini menghadapi antrean panjang di SPBU.

"Jujur saya bingung, apakah tetap beli Pertamax dengan harga sekarang atau pindah ke Pertalite.

Sepertinya saya akan pilih yang antreannya paling pendek, karena akhir-akhir ini antrean Pertalite dan Pertamax sama-sama panjang," ujar Rama.

>>> Taylor Swift Resmi Masuk Songwriters Hall of Fame 2026

Selisih harga yang makin lebar membuat sebagian konsumen mulai mengabaikan kenyamanan BBM nonsubsidi karena waktu tunggu pengisian yang tidak efisien.

"Dengan berat hati, kemungkinan saya sesekali akan isi Pertalite mengingat harga Pertamax yang melambung. Lagipula, antrean Pertamax sekarang terasa seperti BBM bersubsidi juga," kata Rama.

Harga Resmi Pertamax dan BBM Lainnya

PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.

Manajemen memastikan penyesuaian ini tidak berdampak pada produk BBM nonsubsidi lain maupun BBM bersubsidi.

"Masyarakat bisa mendapatkan informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, atau aplikasi MyPertamina," kata Roberth.

>>> Panasonic Luncurkan Produk Premium di PRJ 2026 dengan Teknologi Nanoe

Berikut rincian harga terbaru BBM Pertamina:

  • Pertamax: Rp16.250 per liter (sebelumnya Rp12.300)
  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (sebelumnya Rp12.900)
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter (tetap)
  • Dexlite (CN 51): Rp23.000 per liter (tetap)
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800 per liter (tetap)
  • Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
  • Biosolar: Rp6.800 per liter (tetap)
A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru