Timnas Brasil akan menghadapi Maroko pada pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia 2026.
Laga ini digelar di Stadion New York New Jersey pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 05.00 WIB dan disiarkan langsung oleh TVRI.
Pertandingan ini mempertemukan dua kekuatan sepak bola global sekaligus dua negara raksasa komoditas ekonomi dunia. Brasil dikenal sebagai raksasa pertanian yang mendominasi ekspor kedelai, gula, dan kopi.
Sementara Maroko memiliki cadangan batuan fosfat terbesar di dunia hingga 50 miliar ton, bahan utama pupuk pertanian global.
Ujian Awal Selecao
Laga kontra Maroko menjadi ujian awal bagi Brasil yang membawa skuad bertabur bintang seperti Neymar dan Vinicius Junior.
Selecao berambisi mengakhiri paceklik gelar juara dunia sejak 2002.
Pelatih Carlo Ancelotti menerapkan taktik inovatif menggunakan gelang hitam dengan jendela transparan berisi kartu instruksi taktis untuk situasi bola mati.
Gelang tersebut dipakai oleh Marquinhos dan Gabriel Magalhaes agar dapat melihat instruksi dengan cepat di lapangan.
Sistem ini diadopsi dari kompetisi NFL. Situasi bola mati menjadi perhatian utama karena dinilai sangat berpengaruh terhadap hasil akhir turnamen besar.
"Penguasaan bola memang penting, tetapi statistik yang paling penting adalah jumlah gol yang dicetak dan jumlah gol yang kebobolan," kata Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu memprioritaskan efektivitas serangan dan telah melatih skuadnya secara khusus untuk mengoptimalkan potensi individu dalam duel udara serta akurasi umpan silang.
"Sekitar 30% gol berasal dari situasi bola mati, jadi kita harus sangat fokus," ujarnya.
Kekuatan Maroko
Maroko datang dengan status pemenang Piala Afrika 2025 dan semifinalis Piala Dunia 2022. Skuad asuhan Mohamed Ouahbi diperkuat pemain elite seperti Achraf Hakimi, Yassine Bounou, dan Brahim Diaz.