⌂ Beranda News Fibrelayering: Metode Konsumsi Serat Bertahap untuk Kesehatan Pencernaan

Fibrelayering: Metode Konsumsi Serat Bertahap untuk Kesehatan Pencernaan

Fibrelayering: Metode Konsumsi Serat Bertahap untuk Kesehatan Pencernaan
Ilustrasi makanan tinggi serat untuk fibrelayering
A A Ukuran Teks16px

>>> Mitra Keluarga dan Kalbe Edukasi Masyarakat Cegah Risiko Penyakit Jantung

3. Serat Prebiotik

Bawang bombai, bawang putih, daun bawang, asparagus, oat, dan pisang yang belum terlalu matang merupakan pemasok prebiotik yang baik.

"Serat ini secara selektif memberi makan bakteri baik di usus sehingga mendukung keberagaman mikrobioma," kata Weinreb.

4. Pati Resisten (Resistant Starch)

Pati resisten dijumpai pada kentang atau nasi yang didinginkan setelah dimasak, pisang hijau, oat, serta kacang-kacangan. Kandungan ini merangsang produksi butirat yang bertugas memelihara lapisan usus.

Manfaat Positif untuk Tubuh

Penerapan pola makan ini tidak harus dilakukan secara drastis, melainkan melalui perubahan kecil yang konsisten.

Langkah awal dapat dimulai dengan menyisipkan satu porsi sayur atau kacang-kacangan baru setiap hari.

Jika dipraktikkan secara teratur, terdapat sejumlah dampak positif bagi tubuh:

  • Membantu melancarkan saluran pencernaan.
  • Meminimalkan gejala kembung setelah fase adaptasi.
  • Menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.
  • Membantu mengoptimalkan kadar kolesterol tubuh.
  • Memperpanjang durasi rasa kenyang guna mengontrol nafsu makan.
  • Menjaga variasi bakteri baik pada mikrobioma usus.

"Pada akhirnya, jika fibrelayering mendorong masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis tanaman, mengurangi ketergantungan pada produk ultra-proses yang mengklaim tinggi serat serta menerapkan pendekatan yang lebih seimbang terhadap kesehatan usus, maka ini adalah tren yang positif," tutur Weinreb.

Ia menekankan tiga prinsip utama dalam metode ini, yakni mengutamakan variasi dibanding volume, menghargai proses bertahap dibanding kesempurnaan, serta memprioritaskan makanan utuh daripada suplemen mahal.

>>> Sandiaga Uno Dorong Kolaborasi UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

Apabila gangguan pencernaan tetap terjadi secara berlarut-larut, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru