Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dan tantangan besar bagi sistem kesehatan Indonesia.
Salah satu pemicu utama yang kerap tidak disadari adalah tingginya kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.
>>> Timnas Indonesia U-19 Ditahan Imbang Kamboja di Babak Pertama
Lonjakan kadar kolesterol LDL dapat memicu penyumbatan pembuluh darah yang berpotensi menyebabkan serangan jantung hingga stroke.
Padahal, lemak ini sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon, membentuk sel sehat, dan membantu pembentukan vitamin D.
Kondisi ini sering berkembang tanpa gejala awal, sehingga banyak kasus baru terdeteksi setelah pasien mengalami komplikasi. Situasi tersebut mendorong pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala.
Menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023 dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 39,5 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol di atas kategori normal atau tidak aman.
Hal ini menunjukkan masyarakat rentan terhadap risiko gangguan kesehatan jantung.
Hal itu disampaikan Kepala Departemen Medis Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Reinaldo, dalam program edukasi kesehatan Love The Beat yang digagas Kalbe Farma berkolaborasi dengan Mitra Keluarga Kemayoran pada Sabtu, 13 Juni 2026.
“Maka dari itu, diperlukan inisiatif dari masyarakat untuk rutin memeriksakan kadar kolesterolnya atau melakukan medical check up untuk mencegah gangguan kesehatan jantung di masa depan,” ujar dr. Reinaldo.
Layanan pemeriksaan medis berkala yang komprehensif kini tersedia di Mitra Keluarga Kemayoran.
>>> 80 Rangkaian Nama Bayi Laki-Laki dengan Makna Cahaya 3 Kata
Jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan secara rutin meliputi profil lipid, kadar gula darah, tekanan darah, hingga kondisi jantung.
Deteksi dini melalui pemeriksaan berkala memegang peranan krusial untuk memetakan faktor risiko penyakit jantung sebelum memburuk.
Masyarakat juga diimbau menjauhi gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kurang bergerak, dan stres.
Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp. JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, membenarkan bahwa kolesterol berlebihan menjadi pemicu utama stroke dan penyakit jantung.
“Kolesterol tinggi juga sering kali tidak bergejala, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah terjadi komplikasi,” ucap dr. Nancy.
Penurunan risiko komplikasi kardiovaskular dapat tercapai jika kadar LDL dikendalikan secara optimal sejak dini.
Pemeriksaan profil lipid yang meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida sangat dianjurkan bagi masyarakat mulai usia 20 tahun.
>>> Mochamad Iriawan Inspeksi AFT Ngurah Rai, Pastikan Keandalan Avtur
“Selain itu, lakukan pola makan sehat untuk jantung, olahraga rutin minimal 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, dan membatasi alkohol maupun rokok.
Pada beberapa kondisi, terapi obat seperti statin dan terapi non-statin diperlukan untuk membantu mencapai target LDL dan mencegah komplikasi,” tambah dr. Nancy.
Inisiatif edukasi Love The Beat dikemas melalui rangkaian talkshow kesehatan dan penyediaan layanan pemeriksaan fisik. Langkah ini diharapkan menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan pembuluh darah.
Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, apt. Maria Stefani, S.
Farm. , M.
M. , mengatakan kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari risiko penyakit kardiovaskular.
Edukasi kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan kolesterol rutin, dan pengobatan tepat menjadi penting untuk mencegah komplikasi.
“Melalui program Love The Beat, Kalbe ingin membantu masyarakat lebih memahami faktor risiko dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
>>> Panduan Skrining BPJS Kesehatan 2026 Online via HP dan Website
Kalbe percaya bahwa deteksi dini merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah,” pungkas apt. Maria Stefani.
