⌂ Beranda News Dokter Laurencia Ardi Ingatkan Masyarakat Batasi Konsumsi Gula Harian

Dokter Laurencia Ardi Ingatkan Masyarakat Batasi Konsumsi Gula Harian

Dokter Laurencia Ardi Ingatkan Masyarakat Batasi Konsumsi Gula Harian
Dokter Laurencia Ardi mengingatkan batasi konsumsi gula harian
A A Ukuran Teks16px

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, mengingatkan masyarakat untuk mengatur jumlah konsumsi gula harian.

Ia menekankan bahwa menghentikan asupan gula secara total bukanlah langkah yang tepat.

>>> Harga Pangan Mayoritas Turun, Bawang Merah dan Minyak Goreng Naik

Pernyataan itu disampaikan dalam acara detikcom Leaders Forum di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, tubuh tetap membutuhkan gula sebagai bagian dari karbohidrat yang menjadi sumber energi utama.

Gula Tetap Diperlukan, Asal Tidak Berlebihan

"Jadi, untuk asupan makanan gula itu gak harus kita stop, nggak boleh makan gula sama sekali.

Jadi gula tetap boleh dikonsumsi, tapi dengan catatan jumlahnya jangan berlebihan," kata dr Laurencia.

>>> Deposito BPR Jadi Pilihan Defensif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2026

Ia menjelaskan bahwa karbohidrat, termasuk gula, merupakan sumber energi penting untuk aktivitas sehari-hari. Energi ini juga mendukung fungsi kognitif otak seperti konsentrasi dan memori.

"Bagian dari karbohidrat dan merupakan salah satu sumber energi utama untuk tubuh kita supaya kita bisa tetap beraktivitas, kita tetap bisa berpikir, itu membutuhkan energi yang sumbernya bisa dari karbohidrat ataupun gula itu sendiri," jelasnya.

Pemerintah melalui konsep "Isi Piringku" merekomendasikan pola makan seimbang dengan komposisi karbohidrat 40-60%, protein, dan lemak. Gula termasuk dalam porsi karbohidrat tersebut.

>>> FEIHE International dan MAKUKU Luncurkan Susu Formula AceKid Bebas Maltodekstrin

"Nah, kalau berdasarkan dari pemerintah sendiri, asupan gula ada sekitar 4 sampai 5 sendok makan," ujar dr Laurencia.

Masyarakat juga diminta mewaspadai gula tersembunyi pada produk kemasan dengan memeriksa label informasi nilai gizi. Jika terlanjur kelebihan konsumsi gula, aktivitas fisik bisa ditingkatkan sebagai penyeimbang.

"Kalau memang sudah terlanjur kita mengonsumsi karbohidrat ataupun gula yang berlebihan, bisa kita imbangi dengan membuat olahraganya yang lebih ditingkatkan lagi," katanya.

>>> Indonesia Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026, Dua Wakil Kandas di Final

Penyesuaian intensitas olahraga dinilai sebagai metode realistis untuk mencegah risiko gangguan metabolik akibat surplus kalori.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru