Probiotik telah lama dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan. Berbagai produk minuman dan makanan probiotik kini mudah ditemukan di pasaran.
Namun, tidak semua produk probiotik memiliki kandungan komposisi gizi yang sama. Sebagian produk mengandung gula tambahan yang cukup tinggi untuk meningkatkan cita rasa.
>>> Pemerintah Tetapkan Aturan Gaji PPPK Paruh Waktu 2026
Di sisi lain, pilihan produk probiotik dengan kandungan gula lebih rendah memang tersedia. Hanya saja, rasanya sering tidak semanis atau sepopuler produk dengan tambahan gula lebih banyak.
Kondisi ini menimbulkan dilema antara mengejar manfaat probiotik dan mengendalikan asupan gula harian. Kabar baiknya, menjaga keseimbangan mikrobiota usus tidak hanya bergantung pada probiotik.
Ada komponen lain yang sering kurang mendapat perhatian, yaitu prebiotik. Prebiotik merupakan makanan bagi mikroorganisme baik di usus.
Probiotik Tak Selalu Berupa Produk Tinggi Gula
Manfaat probiotik bagi kesehatan pencernaan didukung oleh banyak penelitian. Mikroorganisme hidup ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.
Sumber probiotik tidak hanya berasal dari minuman probiotik kemasan. Tempe, yogurt tanpa gula tambahan, kefir, kimchi, hingga berbagai makanan fermentasi tradisional juga mengandung mikroorganisme bermanfaat.
Pada sebagian produk minuman probiotik, tambahan gula digunakan untuk menciptakan rasa yang lebih disukai konsumen. Karena itu, memilih sumber probiotik tidak cukup hanya melihat klaim probiotiknya saja.
Kandungan gula, kalori, serta komposisi gizi secara keseluruhan tetap perlu menjadi pertimbangan.
Bagi yang ingin mendapatkan manfaat probiotik dengan asupan gula lebih rendah, sumber probiotik alami atau produk tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan.
>>> Harga Perak Antam 13 Juni 2026 Melesat Jadi Rp 45.550 per Gram
Meski rasanya mungkin tidak semanis sebagian produk minuman probiotik, manfaat yang diberikan tetap berasal dari mikroorganisme baik yang terkandung di dalamnya.
Apa Beda Probiotik Vs Prebiotik?
Jika probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan, prebiotik merupakan makanan bagi mikroorganisme tersebut. Prebiotik umumnya berupa serat pangan yang tidak dicerna tubuh.
Ketika mencapai usus besar, serat ini menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik yang hidup di dalam saluran cerna.
Sederhananya, probiotik adalah bakterinya, sedangkan prebiotik adalah makanannya.
Keduanya memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi-hepatologi, Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa prebiotik dapat memberikan manfaat melalui mekanisme yang berbeda dibanding probiotik.
"Prebiotik menumbuhkan bakteri-bakteri yang bagus dan itu akan memberikan dampak yang lebih baik," kata dr Rino.
>>> Donald Trump Umumkan Operasi Militer AS Tewaskan Pemimpin Kartel Venezuela
Ia menambahkan bahwa pengaruh prebiotik bersifat tidak langsung melalui perbaikan kondisi usus dan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan.
Berbeda dengan probiotik yang sering dikaitkan dengan yogurt atau minuman fermentasi, prebiotik sebenarnya banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari.
Sumber prebiotik antara lain pisang, bawang putih, bawang bombai, asparagus, gandum utuh, oat, kacang-kacangan, serta berbagai sayuran dan buah yang kaya serat.
Konsumsi makanan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan serat harian, tetapi juga menyediakan nutrisi bagi bakteri baik di dalam usus.
Karena berasal dari bahan pangan alami, sumber prebiotik juga umumnya tidak disertai tambahan gula seperti yang ditemukan pada sebagian produk minuman olahan.
Dilema Probiotik Tinggi Gula
Proses fermentasi dalam berbagai produk probiotik memang membutuhkan gula.
Namun, tidak semua gula yang ada dalam produk probiotik benar-benar dibutuhkan oleh bakteri; sebagian ditambahkan untuk memperbaiki cita rasa.
Konsumen perlu cermat dalam memilih produk probiotik.
>>> Rekomendasi Titik SPKLU di Jalur Medan–Siantar untuk Mobil Listrik
Membaca label gizi dan memilih produk dengan kandungan gula tambahan rendah dapat membantu menyeimbangkan manfaat probiotik dan asupan gula harian.