Probiotik telah lama dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan. Kini, berbagai produk minuman dan makanan probiotik semakin mudah ditemukan di pasaran.
Namun, tidak semua produk probiotik memiliki kandungan gizi yang sama. Sebagian produk mengandung gula tambahan yang cukup tinggi untuk meningkatkan cita rasa.
>>> Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 4 pada Juli 2026, Target 150.000 Peserta
Di sisi lain, pilihan produk dengan gula lebih rendah memang tersedia, tetapi rasanya sering tidak semanis produk dengan tambahan gula lebih banyak.
Hal ini menimbulkan dilema antara manfaat probiotik dan pengendalian asupan gula harian.
Probiotik Tak Selalu Berupa Produk Tinggi Gula
Manfaat probiotik bagi pencernaan didukung banyak penelitian. Mikroorganisme hidup ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.
Sumber probiotik tidak hanya berasal dari minuman kemasan. Tempe, yogurt tanpa gula tambahan, kefir, kimchi, dan makanan fermentasi tradisional juga mengandung mikroorganisme bermanfaat.
Pada produk minuman probiotik, tambahan gula digunakan untuk menciptakan rasa yang lebih disukai konsumen. Karena itu, memilih sumber probiotik tidak cukup hanya melihat klaim probiotiknya.
>>> Juan Reza Gandeng Niken Salindry Rilis Lagu Kalo Suka Bilang Suka
Kandungan gula, kalori, dan komposisi gizi secara keseluruhan tetap perlu dipertimbangkan.
Bagi yang ingin asupan gula lebih rendah, sumber probiotik alami atau produk tanpa tambahan gula bisa menjadi pilihan.
Apa Beda Probiotik Vs Prebiotik?
Jika probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan, prebiotik merupakan makanan bagi mikroorganisme tersebut. Prebiotik umumnya berupa serat pangan yang tidak dicerna tubuh.
Saat mencapai usus besar, serat ini menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik di saluran cerna. Sederhananya, probiotik adalah bakterinya, sedangkan prebiotik adalah makanannya.
Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
>>> 10 Rekomendasi Mobil Daihatsu Matic Bekas Terbaik dan Harganya
Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi-hepatologi, Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa prebiotik memberikan manfaat melalui mekanisme berbeda.
"Prebiotik menumbuhkan bakteri-bakteri yang bagus dan itu akan memberikan dampak yang lebih baik," kata dr Rino. Ia menambahkan bahwa pengaruh prebiotik bersifat tidak langsung melalui perbaikan kondisi usus.
Berbeda dengan probiotik yang sering dikaitkan dengan yogurt atau minuman fermentasi, prebiotik banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari.
Sumber prebiotik antara lain pisang, bawang putih, bawang bombai, asparagus, gandum utuh, oat, kacang-kacangan, serta sayuran dan buah kaya serat.
Konsumsi makanan tersebut membantu memenuhi kebutuhan serat harian dan menyediakan nutrisi bagi bakteri baik di usus.
>>> Kemenkes Soroti Lonjakan Fatty Liver pada Usia Muda Akibat Obesitas
Karena berasal dari bahan alami, sumber prebiotik umumnya tidak disertai tambahan gula seperti pada produk minuman olahan.