⌂ Beranda News Aliran Minyak Selat Hormuz Meningkat Lewat Transit Gelap

Aliran Minyak Selat Hormuz Meningkat Lewat Transit Gelap

Aliran Minyak Selat Hormuz Meningkat Lewat Transit Gelap
Kapal tanker minyak melintas di Selat Hormuz pada malam hari
A A Ukuran Teks16px

Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, menyatakan dalam sebuah konferensi bahwa lalu lintas kapal tanker di wilayah tersebut telah mengalami peningkatan signifikan.

Presiden Donald Trump juga memberikan komentar terkait situasi arus keluar minyak ini yang dinilai sukses menekan harga di pasar global.

“Kami mengeluarkan 22 kapal, tadi malam—larut malam tanpa lampu, karena mereka tidak memiliki radar,” katanya kepada wartawan saat penandatanganan RUU di Ruang Oval.

“Kami telah mengeluarkan jutaan barel minyak. Setiap malam, kami mengeluarkan minyak.”

Sebelum adanya blokade, Selat Hormuz mengontrol sekitar seperlima dari total pasokan minyak global yang mencapai lebih dari 100 juta barel per hari.

>>> Harga Emas Pegadaian 11 Juni 2026 Kompak Turun Signifikan

Saat ini, harga patokan minyak Timur Tengah terus bergerak turun menuju level sebelum perang.

Donald Trump berjanji akan merespons tindakan Iran yang menembak jatuh helikopter Apache milik Amerika Serikat di dekat Hormuz.

Ketegangan baru ini sempat mengancam kesepakatan gencatan senjata dua bulan yang sedang berjalan.

Di sisi lain, Kuwait dan Uni Emirat Arab mulai menawarkan penjualan minyak di luar wilayah Hormuz.

Hal ini menandakan bahwa barel minyak dari kedua negara tersebut telah berhasil melewati titik rawan pemblokiran.

Citra satelit memperlihatkan aktivitas pemuatan kargo yang stabil di terminal-terminal minyak Uni Emirat Arab dalam beberapa pekan terakhir.

Para pedagang di Asia mengonfirmasi adanya peningkatan penawaran pasokan minyak mentah tersebut.

Dua kapal tanker super berkapasitas masing-masing 2 juta barel milik Kuwait Oil Tanker Co. terdeteksi melintasi Hormuz akhir bulan lalu.

Berdasarkan data maritim Equasis, kedua kapal tersebut langsung mematikan sinyal transponder setelahnya.

Langkah Kuwait ini serupa dengan strategi Abu Dhabi National Oil Co (Adnoc) yang telah menjual 14 juta barel minyak melalui tender.

Adnoc konsisten mengirimkan minyak melewati selat dengan transponder mati demi menghindari deteksi.

Data Signal Maritime menyebutkan jumlah kapal tanker non-Iran yang terjebak di Teluk Persia kini berkurang menjadi 90 kapal, dari sebelumnya 160 kapal pada awal April.

>>> BFriends Hadirkan Konsep Wellness Terintegrasi Pertama di Kerobokan Bali

Georgios Sakellariou selaku analis menyatakan bahwa arus transit gelap ini sukses mengurangi volume minyak yang terperangkap.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru