Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan kualitas produk otomotif dalam negeri melalui evaluasi pengalaman pribadinya saat menggunakan kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad (Persero).
Langkah evaluasi ini diambil setelah Kepala Negara mendapati sejumlah kendala teknis pada mobil dinas tersebut saat menempuh perjalanan di DKI Jakarta.
>>> ELSA Business dan Bank Danamon Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Karyawan
Berdasarkan laporan dari Antara yang dilansir dari Medcom, produk buatan lokal ini dinilai masih membutuhkan proses penyempurnaan.
Kendala yang dirasakan langsung oleh Presiden meliputi kebocoran kompartemen penumpang saat cuaca buruk serta guncangan yang signifikan ketika melintasi area perbukitan.
"Saya suka tidur di mobil, jadi suatu saat saya lagi tidur di mobil tahu-tahu karena hujan keras di luar saya tidur, tahu-tahu tek tek tek tek...
>>> KSAD Tegaskan TNI Tidak Terlibat Langsung Tangani Begal
Saya bangun, rupanya bocor," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Keluhan mengenai rembesan air hujan tersebut kemudian langsung disampaikan kepada pihak produsen selaku penanggung jawab teknis.
Respons ini diberikan sebagai bentuk masukan konstruktif agar kualitas perakitan kendaraan dapat ditingkatkan pada produksi berikutnya.
>>> Jetour T1 Varian Termurah Hadir Andalkan Mesin Turbo dan ADAS
"Aku kirim kembalilah, ini kan buatan Pindad. Aku bilang, 'Eh Pindad tolonglah bocornya dikurangi," ucap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Meskipun terdapat kekurangan teknis, komitmen untuk tetap menggunakan kendaraan taktis operasional buatan dalam negeri ini tidak berubah.
Sikap tersebut diambil demi memberikan dukungan nyata bagi perkembangan industri manufaktur otomotif nasional agar mampu bersaing di pasar global.
>>> Cara Akses Jadwal Piala Dunia 2026 via WhatsApp dan Telegram Tanpa Aplikasi
"Mau bagus, mau bocor, mau gredek-gredek, mobil itu buatan anak-anak Indonesia. Berarti dari ibu kita, Ibu Pertiwi," pungkas Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
