⌂ Home News Prabowo Dorong Transformasi Ekonomi Pancasila Berbasis Kerakyatan
News

Prabowo Dorong Transformasi Ekonomi Pancasila Berbasis Kerakyatan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tentang transformasi ekonomi Pancasila
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tentang transformasi ekonomi Pancasila
A A Text Size16px

Presiden Prabowo Subianto mendorong transformasi sistem ekonomi nasional agar sepenuhnya berlandaskan prinsip ekonomi Pancasila dan berbasis kerakyatan.

Gagasan tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta pada Senin (1/6/2026).

Langkah penataan ulang ini diarahkan untuk menjamin pemerataan kesejahteraan serta memastikan pengelolaan sumber daya alam dapat dinikmati sepenuhnya di dalam negeri.

Konsep pemikiran ini bertumpu pada asas religiusitas, kemanusiaan, persatuan, serta keadilan sosial.

Ekonomi Egaliter dan Kerakyatan

Kepala Negara menekankan pentingnya mengubah sistem pemikiran ekonomi yang selama ini dinilai belum sepenuhnya menerapkan nilai-nilai dasar negara.

Transformasi ekonomi nasional kita.

Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Pelaksanaan pembangunan ekonomi tersebut wajib diselenggarakan secara adil serta menempatkan masyarakat luas sebagai tujuan utama pergerakan roda ekonomi.

“Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Sesuai dengan ketentuan amanat Pasal 33 UUD 1945, struktur perekonomian Indonesia harus dikembangkan sebagai usaha bersama melalui penguatan berasaskan kekeluargaan.

“Karena itu, koperasi harus diperkuat. Koperasi harus bangkit,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah juga menggarisbawahi perubahan paradigma posisi masyarakat dalam linimasa pembangunan nasional agar tidak sekadar menjadi alat pencapaian target angka semata.

“Rakyat itu harus menjadi pelaku utama dari pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan,” tutur Presiden Prabowo Subianto.

Melalui implementasi sistem ini, target akhir dari pertumbuhan ekonomi nasional yang dicapai dipastikan harus beriringan dengan aspek keadilan distributif.

“Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan, kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutur Presiden Prabowo Subianto.

About the Author
📰 Latest Updates