Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Hal ini disampaikan dalam pidato saat upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).
>>> Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini: Asmara dan Keuangan Hari Ini
Menurut Kepala Negara, orientasi pembangunan tidak boleh sekadar mengejar pertumbuhan angka statistik. Tujuan utamanya adalah kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ekonomi Pancasila: Religius, Manusiawi, dan Persatuan
Prabowo menjelaskan bahwa ekonomi berbasis Pancasila memiliki kriteria utama yang religius. Sistem ini juga menjunjung tinggi kemanusiaan dan memperkuat persatuan nasional.
>>> Pahami Bahasa Cinta Anak untuk Cegah Masalah Emosional
Pengelolaan kekayaan alam harus dilakukan secara bertanggung jawab demi kemakmuran rakyat. Hilirisasi sumber daya alam menjadi prioritas untuk memastikan manfaatnya dinikmati di dalam negeri.
"Pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Anak-anak kita, khususnya yang paling rentan dan kurang berdaya, harus memperoleh akses gizi yang cukup agar dapat tumbuh optimal," tegas Prabowo.
>>> IPB University Tidak Sarankan Konsumsi Susu Mentah Akibat Risiko Bakteri
Presiden juga menolak paham kapitalisme murni yang individualistik. Selain itu, ia menolak etatisme yang mematikan inisiatif individu.
"Ekonomi kita harus berpihak kepada kepentingan nasional dan rakyat, bukan segelintir orang. Inilah tugas kita ke depan," pungkasnya.
>>> Saham Darma Henwa (DEWA) Valuasi Murah, Potensi Cuan Jumbo
Sistem ini juga mengutamakan perlindungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerataan kesejahteraan hingga ke pelosok negeri menjadi target utama transformasi ekonomi.
