Iran telah mengaktifkan kembali lini produksi gas di tiga platform lepas pantai ladang gas South Pars pada Minggu (31/5/2026).
Langkah ini diambil untuk memulihkan perekonomian dan infrastruktur energi negara yang sempat lumpuh.
>>> Menpar Ajak Investor Perluas Investasi Pariwisata ke Luar Bali
Pemulihan fasilitas vital di wilayah selatan tersebut dilakukan setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan udara militer Israel. Ladang gas South Pars merupakan sumber energi domestik terbesar bagi Iran.
Pemulihan Infrastruktur Energi
Menurut informasi yang dihimpun, operasional ketiga platform pengolahan gas ini sempat dialihkan ke pabrik pengolahan lain di wilayah tersebut.
Meskipun tidak mengalami kerusakan serius, perbaikan terus digenjot oleh BUMN operator Pars Oil and Gas Company (POGC).
Ladang gas South Pars memiliki luas 9.700 kilometer persegi dan terbagi antara wilayah Iran dan sisi Qatar yang dikenal sebagai North Field.
>>> Harga Emas Antam Diprediksi Turun Imbas Negosiasi AS-Iran
Kawasan ini kerap menjadi tumpuan Iran yang sering kesulitan menghasilkan listrik domestik yang cukup.
Fasilitas energi vital tersebut sempat menjadi target serangan udara militer Israel pada Maret lalu. Serangan itu kemudian memicu serangan balasan rudal dan drone dari Iran.
Ketegangan meningkat setelah Israel juga menyerang kompleks Petrokimia South Pars di Asaluyeh pada awal April, disusul serangan udara gabungan AS-Israel yang menghantam depot minyak di ibu kota.
>>> iClever QuietShield Q950: Headphone Anak Pertama Bersertifikasi TÜV
"Iran mencoba mengirimkan pesan bahwa mereka sedang berusaha membangun kembali fasilitas yang menjadi sasaran," ujar Tohid Asadi, jurnalis Al Jazeera.
Pembangunan kembali infrastruktur ini sekaligus memperlihatkan respons Iran terhadap dampak kerusakan akibat serangan eksternal.
Sektor energi menjadi fokus utama pemulihan karena perannya yang sangat vital bagi stabilitas konsumsi dalam negeri maupun proyeksi ekonomi ke depan.
"Pembukaan kembali fasilitas tersebut tentu saja merupakan langkah maju pertama yang penting.
>>> iMe Indonesia Rilis Aturan Konser BTS WORLD TOUR ARIRANG Jakarta
Namun, kita harus menunggu dan melihat apakah Iran akan sesukses itu dalam hal mengekspor energinya," sambung Tohid Asadi.
