Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan kekayaan alam bagi kemakmuran rakyat.
Hal itu disampaikan dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). Menurutnya, manfaat dari melimpahnya komoditas strategis nasional belum sepenuhnya dinikmati masyarakat domestik.
>>> Perempuan Alami Kanker Kulit Akibat Sinar UV Manicure
Kekayaan Alam yang Melimpah
Indonesia memiliki berbagai komoditas unggulan global. Mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, batu bara, hingga kelapa sawit.
"Kita adalah salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern," ujar Prabowo.
Ia menambahkan bahwa Indonesia juga produsen terbesar mineral penting seperti tembaga, timah, emas, dan logam tanah jarang.
>>> Harga Emas Antam 1 Mei 2026 Stagnan di Level Rp 2.799.000 Per Gram
Di sektor pangan, ketahanan nasional diklaim jauh lebih mandiri. "Sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," sambungnya.
Keuntungan Belum Optimal untuk Rakyat
Meski memiliki potensi sumber daya yang besar, aliran keuntungan ekonomi selama ini dinilai lebih banyak ke pihak luar.
>>> Proyeksi Ekspor Indonesia April 2026 Melonjak hingga 9 Persen
Masyarakat lokal belum merasakan dampak kesejahteraan secara menyeluruh.
"Terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat," kata Prabowo. Ia juga menyebut bahwa terlalu lama nilai tambah sumber daya dinikmati di luar negeri.
Transformasi Berbasis Pancasila
Pemerintah berkomitmen mengubah struktur ekonomi nasional agar memiliki nilai tambah lebih besar di dalam negeri. Fokus perubahan ini didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi Pancasila.
>>> Reiwa Luncurkan Stick Vacuum Cleaner VS-2501STBZ di Indonesia
"Tugas saya melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional. Dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila," tutup Prabowo.
