⌂ Beranda News Peretas Incar Komputer Spesifikasi Tinggi Lewat Software Utilitas Palsu

Peretas Incar Komputer Spesifikasi Tinggi Lewat Software Utilitas Palsu

Peretas Incar Komputer Spesifikasi Tinggi Lewat Software Utilitas Palsu
Ilustrasi komputer spesifikasi tinggi dengan ikon keamanan siber
A A Ukuran Teks16px

Aktivitas penambangan mata uang kripto berskala besar kini mengincar komputer berspesifikasi tinggi. Serangan ini secara spesifik membidik pengguna yang memiliki kartu grafis khusus.

Para peretas menerapkan metode yang sangat terarah. Mereka sengaja mengincar pengguna yang mencari perangkat lunak analisis kartu grafis, pemeliharaan driver, hingga pengujian performa komputer.

>>> 3 Rekomendasi Tablet Harga Rp1 Jutaan Terbaik di Tahun 2026

Modus Operasi SEO Poisoning

Perangkat keras berspesifikasi tinggi menjadi target utama karena dianggap paling mumpuni untuk menambang kripto. Modus operasionalnya menggunakan manipulasi mesin pencari atau teknik SEO poisoning.

Melalui manipulasi tersebut, pelaku mengarahkan target ke situs web tiruan saat mencari utilitas PC populer.

Tautan unduhan yang kerap dipalsukan meliputi Display Driver Uninstaller (DDU), CrystalDiskInfo, CrystalDiskMark, HWMonitor, FurMark, K-Lite Codec Pack, hingga PDFgear.

>>> Nova Arianto Targetkan Timnas U19 Indonesia Kalahkan Myanmar di Laga Perdana

Aksi ini bahkan telah mengelabui chatbot kecerdasan buatan untuk memberikan tautan palsu. Contohnya, chatbot memberikan URL berdomain .

io untuk mengunduh CrystalDiskMark, padahal situs resminya menggunakan . info.

File berbahaya dikemas dalam format arsip ZIP agar tidak menimbulkan kecurigaan. Alih-alih langsung memasang malware, file tersebut mengunduh ScreenConnect, alat manajemen jarak jauh legal untuk administrator TI.

Peretas memanfaatkan ScreenConnect untuk memantau komputer korban dan menyebarkan muatan malware tambahan. Program penambang kripto ini beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

>>> Sumatera Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U19 2026

Proses penambangan hanya berjalan saat komputer dalam kondisi idle. Aktivitas tersebut langsung berhenti otomatis saat mendeteksi pergerakan mouse atau ketikan keyboard.

Rekomendasi Pencegahan

Tim keamanan Microsoft Defender merekomendasikan pengaktifan perlindungan berbasis awan serta proteksi jaringan dan web. Fitur SmartScreen juga disarankan tetap aktif untuk menyaring situs web tiruan.

Langkah pencegahan paling mendasar adalah mengubah kebiasaan mengunduh perangkat lunak.

>>> Timnas Indonesia U19 Incar Kemenangan Perdana Lawan Myanmar

Pengguna diimbau tidak mengandalkan mesin pencari atau chatbot secara buta dan beralih ke repositori tepercaya seperti Microsoft Store atau memeriksa tautan resmi melalui halaman Wikipedia aplikasi terkait.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru