Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperbaiki tata kelola ekonomi nasional. Langkah ini bertujuan mencegah larinya kekayaan negara ke luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). Acara itu disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
>>> Frisian Flag Edukasi Manfaat Susu di Tangerang Selatan
Pemerintah mengupayakan pemerataan ekonomi melalui sejumlah program prioritas. Program tersebut mencakup hilirisasi, ketahanan pangan, penguatan ekonomi desa, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Resistensi dari Sektor Ilegal
Upaya penyelamatan kekayaan negara menghadapi jalan terjal. Prabowo mengakui adanya resistensi dari sektor informal yang ilegal.
Agenda perubahan besar ini diprediksi memicu respons negatif. Pihak yang selama ini meraup keuntungan dari sistem yang rusak akan bereaksi.
>>> Aktivitas Manufaktur Swasta China Melambat pada Mei 2026
Kelompok yang disoroti meliputi pelaku korupsi dan jaringan penyelundupan. Meski demikian, kepala negara menegaskan kesiapan jajaran pemerintah mengawal kebijakan demi kedaulatan ekonomi.
"Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri," ujar Prabowo.
Pemerintah sadar perbaikan sistem akan memicu reaksi keras dari pemburu rente. Pihak yang tidak memiliki jiwa nasionalisme diprediksi terus melemahkan stabilitas institusi negara.
>>> Resmi! Callum Turner dan Dua Lipa Menikah di London
"Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyeludupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," beber Prabowo.
Ketegasan sikap ini menjadi modal utama pemerintah menggulirkan transformasi struktural. Pengambilan kebijakan yang tidak populer dinilai esensial demi generasi mendatang.
"Bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit.
>>> Prabowo Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Pancasila
Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek, tapi mengorbankan masa depan anak cucu," tutup Prabowo.
