Saham Amprius Technologies Inc (NASDAQ:AMPX) mengalami penurunan tajam pada Rabu sore setelah publikasi laporan pendek dari Manatee Research.
Laporan tersebut menuduh pengembang baterai anoda silikon ini melakukan eksagerasi pesanan, jaringan manufaktur palsu, dan transaksi pihak terkait yang signifikan.
>>> GOVT ETF: Alternatif Sederhana Investasi Treasury AS untuk Dana Pensiun
Sebelum penurunan ini, saham Amprius sempat melonjak sekitar 490% dalam setahun terakhir. Kenaikan itu didorong oleh pengumuman pelanggan baru dan penampilan media CEO Tom Stepien.
Tuduhan Manatee Research
Manatee Research menyebut jaringan manufaktur Amprius sebagai "desa Potemkin" yang terdiri dari operasi skala kecil atau penipuan.
>>> NextEra Energy dan Dominion Energy Sepakat Merger Senilai US$400 Miliar
Laporan menyoroti bahwa Eurocell, mitra Korea Amprius, baru-baru ini pabriknya disita karena tuduhan penipuan.
Selain itu, Nanotech Energy, mitra utama di AS, meninggalkan rencana produksi yang sepenuhnya terbengkalai.
Laporan juga mengklaim setidaknya $29 juta dalam pesanan LEV tampak fiktif, serta adanya lonjakan metode akuntansi "bill-and-hold" yang bermasalah.
>>> Penyaluran Pinjaman Anjlok di Kuartal IV 2025 Akibat Pengelolaan Risiko yang Lebih Ketat
Manatee Research juga menduga pemasok China yang mewakili 36% biaya pendapatan Amprius tahun 2025 adalah pihak terkait yang tidak diungkapkan, terkait erat dengan pendiri perusahaan Kang Sun.
Penjualan Saham Orang Dalam
Di tengah praktik akuntansi yang dipertanyakan, orang dalam perusahaan dilaporkan menjual saham senilai lebih dari $79 juta antara November 2025 dan Mei 2026.
>>> Pernyataan Trump soal Iran Tekan Harga Minyak Global
Laporan juga menyoroti latar belakang CEO Tom Stepien, yang sebelumnya menghadapi gugatan investor atas tuduhan misrepresentasi penipuan di Primus Power.