⌂ Beranda News Saham FuelCell Energy Anjlok, Sektor Hidrogen Tertekan Aksi Ambil Untung

Saham FuelCell Energy Anjlok, Sektor Hidrogen Tertekan Aksi Ambil Untung

Saham FuelCell Energy Anjlok, Sektor Hidrogen Tertekan Aksi Ambil Untung
Grafik saham FuelCell Energy menurun tajam
A A Ukuran Teks16px

Saham FuelCell Energy (FCEL) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (18/5).

Pelemahan ini turut menekan saham perusahaan hidrogen lainnya, seperti Plug Power (PLUG) yang ditutup turun sekitar 9%.

>>> Insmed Reports 44% Sequential Growth for Brinsupri, Reaffirms 2026 Revenue Target

Penurunan terjadi tanpa adanya kabar negatif spesifik dari perusahaan. Analis menilai aksi ambil untung setelah reli panjang menjadi penyebab utama.

Reli Berakhir, Aksi Ambil Untung Menguat

Sebelum pekan ini, sektor fuel cell hidrogen menikmati reli besar. Spekulasi permintaan infrastruktur energi bersih untuk pusat data AI mendorong kenaikan tersebut.

Optimisme sektor juga dipicu kesepakatan master Bloom Energy sebesar 2,8 GW.

Berkat hal itu, saham FuelCell sempat lebih dari dua kali lipat nilainya sepanjang April, diperdagangkan hampir tiga kali lipat dari harga akhir Maret.

>>> Solana's 15% Drop Amid Bearish Technical Signals

Namun, reli cepat mendorong FCEL jauh di atas rata-rata pergerakan utama (MA). Indeks kekuatan relatif (RSI) saham ini juga naik ke awal 80-an, menandakan kondisi jenuh beli (overbought).

Sinyal overbought tersebut mendorong investor aktif mengambil untung dan mengunci keuntungan baru-baru ini.

Selain tekanan teknis, faktor geopolitik eksternal turut membebani.

Ketegangan baru antara AS dan Iran memicu sentimen risk-off pada 18 Mei, menekan saham FuelCell Energy lebih lanjut.

Di sisi fundamental, FuelCell baru-baru ini meluncurkan blok daya utilitas standar 12,5 MW untuk pusat data. Namun, sentimen bearish menguat setelah pendapatan perusahaan terbaru meleset dari target.

>>> Evercore and Melius Raise Marvell Technology Price Targets on AI Shift

Analis pasar mencatat bahwa perusahaan menghadapi risiko eksekusi yang tinggi, kendala pasokan yang parah, dan visibilitas terbatas terhadap pertumbuhan laba.

Pipeline besar belum berhasil dikonversi menjadi kontrak margin tinggi.

Lebih lanjut, tantangan fundamental jangka panjang terus mengkhawatirkan investor, terutama pembakaran kas (cash burn) yang berkelanjutan.

Perusahaan yang berkantor pusat di Danbury, Connecticut, ini secara historis mendanai operasinya melalui penawaran saham, bukan penjualan berbasis pelanggan.

>>> Billionaire Michael Platt Sells Magnificent Seven Stocks, Pours into Taiwan Semiconductor

Risiko dilusi dan kurangnya visibilitas profitabilitas GAAP dalam tiga tahun ke depan membuat investor tetap berhati-hati membeli FCEL di harga tinggi.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru