CNX Resources, produsen gas alam di Cekungan Appalachian, mencatatkan laba per saham (EPS) kuartal I 2026 sebesar USD 2,18, melampaui estimasi konsensus yang hanya USD 0,97.
Pendapatan kuartalan mencapai USD 786,65 juta, naik 28,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
>>> Laporan Laba Nvidia Jadi Penentu Arah Rally Saham Semikonduktor
Kinerja ini terjadi di tengah rotasi modal dari saham pertumbuhan sensitif durasi ke produsen komoditas berbasis aset keras dan arus kas fisik.
Fundamental Kuat dan Strategi Lindung Nilai
Arus kas bebas kuartal pertama tercatat USD 139 juta, menjaga manajemen tetap pada jalur untuk mencapai target arus kas bebas tahun penuh sekitar USD 525 juta.
Saat ini saham CNX diperdagangkan pada rasio P/E trailing 5 dan EV/EBITDA 3, dengan harga saham USD 37,37, masih di bawah level USD 40.
>>> Utang Rumah Tangga AS Turun 339 Miliar Dolar pada Kuartal I 2026
Perusahaan telah melakukan lindung nilai atas 81% produksi gas alam tahun 2026. Akuisisi Apex Energy baru-baru ini menambah sekitar 23.000 hektare Utica ke portofolio.
Selama kuartal, CNX menggelontorkan USD 54 juta untuk pembelian kembali saham.
>>> Ella Langley Cetak Sejarah: 10 Pekan di Puncak Billboard Hot 100
Analis memasang target harga saham CNX di USD 39.
Volatilitas harga gas tetap menjadi faktor risiko utama.
Harga spot Henry Hub terakhir berada di sekitar USD 2,82/MMBtu, di bawah asumsi forward USD 3,64/MMBtu yang digunakan CNX, sehingga perusahaan memperkirakan kerugian lindung nilai terealisasi sekitar USD 193 juta untuk 2026.
>>> Huda Mustafa dan Louis Russell Putus Setelah Sembilan Bulan
Sementara itu, imbal hasil obligasi jangka panjang terus meningkat, dengan Treasury 10 tahun di 4,67% dan imbal hasil 20 serta 30 tahun di atas 5%, mendorong pergeseran modal ke sektor nilai siklikal seperti energi.