⌂ Beranda News IHSG Menguat Signifikan, Pasar Nantikan Putusan MSCI dan FTSE

IHSG Menguat Signifikan, Pasar Nantikan Putusan MSCI dan FTSE

IHSG Menguat Signifikan, Pasar Nantikan Putusan MSCI dan FTSE
Grafik pergerakan IHSG
A A Ukuran Teks16px

“Kita akan proyeksikan IHSG kembali ke area 5.300, namun kami mengestimasikan potensi tersebut sudah difaktorkan pada pergerakan minggu lalu,” tukas dia.

Kekhawatiran Penurunan Status Pasar

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, memperingatkan adanya faktor internal seperti kebijakan ekspor satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dan masalah impor batu bara dengan Cina yang memicu risiko penurunan kelas investasi Indonesia.

“Melihat beberapa kebijakan dan kejadian terakhir, nampaknya penurunan kasta saham Indonesia ke frontier market, bukan sesuatu yang mustahil,” ujar Huda.

>>> David Alaba Tampil Starter untuk Austria Hadapi Yordania di Piala Dunia 2026

Huda menjelaskan dampak dari penurunan status menjadi pasar frontier akan sangat merugikan likuiditas pasar modal akibat penarikan dana besar-besaran oleh lembaga keuangan dunia.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengonfirmasi ketakutan pasar terhadap potensi penurunan rating Indonesia ke kelas terendah karena ketidakpastian perkembangan reformasi pasar modal domestik.

“Ini yang sebenarnya ditakutkan oleh pasar ya, karena sampai saat ini MSCI ini belum memberikan jawaban ya tentang apa yang terjadi, reformasi di Indonesia ya terutama di pasar modal itu sampai sejauh mana,” ujar Ibrahim.

Ibrahim menilai kecemasan tersebut menjadi alasan utama kejatuhan harga saham belakangan ini yang sempat membawa indeks turun ke bawah level 6.000.

Di sisi lain, pengamat pasar modal Reydi Octa memperkirakan peluang penurunan kasta bursa Indonesia masih kecil walaupun risikonya tetap wajib diwaspadai oleh pelaku pasar.

“Peluang Indonesia turun dari MSCI emerging market ke frontier market saat ini masih relatif kecil, tetapi risikonya tidak bisa diabaikan,” ujar Reydi.

Reydi menitikberatkan perhatian MSCI pada tiga poin utama, yaitu masalah ketersediaan likuiditas, porsi free float, dan kemudahan akses transaksi bagi pemodal internasional.

Meskipun demikian, Reydi meyakini bahwa pengelola dana aktif tidak akan langsung keluar dari Indonesia karena mereka masih mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan.

Di tingkat pelaku pasar kecil, seorang investor ritel bernama Iqbal mengeluhkan fluktuasi pasar yang tajam serta penurunan data IDX sebesar 32 persen secara year-to-date sejak awal tahun.

>>> Marjorie Taylor Greene Kecam Kebijakan Perang Trump Picu Inflasi

Iqbal menyampaikan keluhannya terkait minimnya informasi dan sosialisasi dari otoritas bursa mengenai penyebab penurunan pasar yang terjadi saat ini.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru