Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi I hari Rabu, 17 Juni 2026.
Indeks turun 52,49 poin atau 0,84 persen ke level 6.202,46.
>>> Pemerintah Siapkan Stimulus Non-Tunai untuk Kelas Menengah Bawah
Sepanjang sesi I, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 6.200 hingga 6.377.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 22,06 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 16,31 triliun dari 1.577.131 kali frekuensi.
Sebanyak 394 saham melemah, 275 saham menguat, dan 144 saham stagnan. Indeks LQ45 juga terkoreksi 0,15 persen.
>>> Rusia Genjot Ekspor Minyak Mentah Akibat Serangan Ukraina ke Kilang Domestik
Sektor Perindustrian Pimpin Pelemahan
Sektor perindustrian menjadi yang tertekan dengan penurunan terdalam mencapai 2 persen. Sektor energi turun 1,87 persen, disusul sektor transportasi sebesar 1,63 persen.
Sektor barang baku melemah 1,11 persen dan sektor keuangan turun 1,09 persen. Sementara itu, sektor barang konsumsi primer menjadi satu-satunya yang menguat, naik 0,35 persen.
Lima Saham Cetak ARA
Di tengah pelemahan IHSG, lima saham berhasil menembus batas auto rejection atas (ARA). PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) melesat 35 persen ke Rp 135.
PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) naik 34,01 persen ke Rp 264. PT Remala Abadi Tbk (DATA) meningkat 24,86 persen ke Rp 2.260.
>>> 7 Tantangan Asah Otak untuk Menguji Fokus dan Kejelian Mata
PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) naik 24,58 persen ke Rp 1.115, dan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) melonjak 24,43 persen ke Rp 550.
Di sisi lain, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) menjadi top losers dengan anjlok 14,81 persen ke Rp 1.985.
Di bursa Asia, pergerakan bervariasi.
>>> Saham GOTO Stagnan di Rp 50, Buyback Rp 3,5 Triliun Belum Berdampak
Straits Times menguat 1,53 persen dan Nikkei naik 0,74 persen, sedangkan Shanghai turun 0,31 persen dan Hang Seng melemah 0,36 persen.