Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,51 persen ke level 6.290 pada perdagangan Rabu (17/6/2026) pukul 10.26 WIB.
Penguatan ini terjadi meskipun pergerakan indeks sempat tertahan oleh penurunan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
>>> Lippo Karawaci Targetkan Alihkan 3.000 Ton Limbah per Tahun
Saham KLBF turun 1,35 persen ke posisi Rp730 per saham.
Penurunan tersebut menjadi penekan utama indeks dengan kontribusi koreksi sebesar 0,82 persen atau setara 0,074 poin.
Sementara itu, saham ITMG merosot 0,43 persen ke level Rp22.750 per saham. Angka itu mencerminkan penurunan 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski mendapat tekanan dari kedua saham tersebut, IHSG tercatat sebagai bursa dengan kinerja terbaik di Asia pada pagi ini.
Indeks kawasan lain seperti TW Weighted Index, PSEi, Shanghai Composite, KOSPI, dan Hang Seng justru dibuka di zona merah.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi mencapai 4,47 miliar saham dengan nilai Rp3,31 triliun dan frekuensi 310.555 kali.
>>> Logitech G Resmi Luncurkan G304 X Superlight dan G316 X 98 di Indonesia
Sebanyak 390 saham menguat, 144 saham melemah, serta 184 saham stagnan.
Kondisi pasar domestik ini berbanding terbalik dengan bursa saham Amerika Serikat yang ditutup melemah akibat kejatuhan saham teknologi.
Nasdaq 100 anjlok 1,9 persen, S&P 500 terkoreksi 0,6 persen, dan indeks Semikonduktor Philadelphia jatuh 5,7 persen.
Imbal hasil Treasury 10-tahun berada di level 4,43 persen.
Proyeksi dan Sentimen Pasar
Sejumlah analis memproyeksikan indeks komposit masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan menuju area resistance antara level 6.287 hingga 6.300.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan secara teknikal momentum rebound masih terjaga selama IHSG bertahan di atas support 6.071-5.931.
Indeks berpotensi menguat seiring terbentuknya pola V-shape recovery dan kemampuan untuk bergerak di atas level psikologis 6.000.
>>> Lee Jae Myung Minta Trump Rangkul Kembali Korea Utara di Sela G-7
Sentimen positif didukung oleh ekspektasi Bank Indonesia dan The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga.
Para pelaku pasar saat ini juga mencermati perkembangan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Kesepakatan itu berpotensi melonggarkan blokade Selat Hormuz sehingga menekan harga minyak mentah dunia ke bawah US$80 per barel dan meredakan risiko inflasi global.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG diperkirakan masih dapat menguat setelah kembali membentuk pola upward bar.
Fokus investor selanjutnya tertuju pada hasil pertemuan FOMC terkait Fed Rate yang diproyeksikan tetap di level 3,75 persen.
Selain itu, RDG BI dengan konsensus kenaikan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen pada 18 Juni 2026 juga menjadi perhatian.
>>> Dokter Spesialis Ingatkan Pelari untuk Respons Sinyal Tubuh
Para pelaku pasar juga mulai tertuju pada agenda review klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026.