⌂ Beranda News IHSG Menguat ke 6.321,96 Jelang Keputusan BI dan The Fed

IHSG Menguat ke 6.321,96 Jelang Keputusan BI dan The Fed

IHSG Menguat ke 6.321,96 Jelang Keputusan BI dan The Fed
Grafik pergerakan IHSG
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. Indeks melonjak 66,99 poin atau 1,07 persen ke posisi 6.321,96.

Penguatan ini diikuti oleh indeks LQ45 yang naik 0,87 persen ke level 630,14. Aktivitas perburuan saham pilihan oleh investor menjadi motor penggerak indeks di zona hijau.

>>> Investor Domestik Borong Saham BUMI, Asing Lepas Rp335 Miliar

Meski demikian, pasar masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan suku bunga domestik dan global.

Pelaku pasar tetap hati-hati karena sejumlah agenda ekonomi krusial akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Sentimen Domestik dan Global

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menyarankan investor menunggu break out level penting 6.300 sebelum memutuskan average up.

Ia mengingatkan adanya beberapa event penting pekan ini yang berpotensi menimbulkan goncangan pasar, seperti RDG BI serta keputusan MSCI dan FTSE Russell.

Dari sentimen internasional, dinamika suku bunga The Fed terus menjadi perhatian.

Sebanyak 40 persen fund manager memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga dalam satu tahun ke depan, melesat dari estimasi sebelumnya yang hanya 16 persen.

>>> Produksi Smelter Nikel IWIP Turun 15 Persen Akibat Kelangkaan Bijih

Sementara itu, 55 persen responden memperkirakan Ketua The Fed Kevin Warsh akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dalam pertemuan FOMC pada 16-17 Juni pekan ini.

Liza menilai kondisi pasar global saat ini masih cukup konstruktif meski mulai memperlihatkan divergensi antar-kawasan.

Berdasarkan Survei Global Fund Manager Bank of America, Bull & Bear Indicator naik ke posisi 8,9 yang menjadi sinyal jual, namun belum mengindikasikan puncak pasar yang besar.

Porsi kepemilikan saham global oleh fund manager menyusut dari 50 persen menjadi 38 persen. Eksposur pada sektor teknologi melandai dari 33 persen ke 26 persen.

Sebaliknya, alokasi ke Jepang, sektor material, dan perbankan meningkat.

Posisi long saham semikonduktor global menjadi crowded trade terbesar sepanjang sejarah survei dengan 80 persen responden menempatkannya sebagai posisi paling ramai.

>>> Cara Mudah Top Up ShopeePay Lewat Bank hingga Minimarket

Dinamika Komoditas dan Sentimen Domestik

Harga minyak mentah dunia kembali merosot menjelang rencana penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.

Presiden AS Donald Trump memastikan Selat Hormuz akan dibuka secara penuh pada Jumat pekan ini, dilanjutkan negosiasi 60 hari.

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu keberatan karena kesepakatan tidak menghapus total program rudal balistik Iran serta jaringan milisi pro-Iran di kawasan.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada pengumuman Global Market Accessibility Review oleh MSCI dan rebalancing indeks FTSE Russell pada Jumat, 19 Juni 2026.

Investor juga mengantisipasi hasil RDG Bank Indonesia pada Kamis, 18 Juni 2026, di mana BI Rate diproyeksikan naik 25 bps menjadi 5,75 persen.

Sentimen lain datang dari rencana pemerintah menerbitkan obligasi Panda Bonds pada akhir Juni atau awal Juli 2026. Pemerintah akan memantau respons investor terlebih dahulu.

>>> Rupiah Menguat 1,2% Jadi Mata Uang Terbaik Kedua di Asia

Penerbitan ini bertujuan memangkas ketergantungan terhadap dolar AS dan memperkuat nilai tukar rupiah.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru