PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group memperoleh persetujuan dari para pemegang saham atas seluruh agenda yang diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Rapat digelar di Jakarta pada 12 Juni 2025.
>>> Cek Saldo dan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026 via JMO
Keputusan rapat mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025, Laporan Keberlanjutan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta Laporan Keuangan audited.
Informasi ini dilansir dari Investor Daily.
Kinerja Keuangan dan Penggunaan Dana
Emiten produsen cokelat ini mencatatkan penjualan konsolidasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp165,08 miliar. Angka ini naik 2,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
>>> Pemerintah Luncurkan Portal Perlindungan Sosial Nasional Oktober 2026
Adjusted EBITDA tumbuh 13,53 persen secara tahunan menjadi Rp9,2 miliar.
Manajemen juga melaporkan realisasi penggunaan dana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp266,96 miliar hingga akhir tahun 2025.
Direktur Utama Win&Co Group (COCO) Sugianto Soenario menyatakan bahwa periode tahun 2025 menjadi momentum krusial bagi perseroan.
Perusahaan fokus memperkuat fondasi bisnis serta meningkatkan daya saing jangka panjang.
>>> Kementerian ESDM Belum Berencana Relaksasi Produksi Nikel RKAB 2026
“Dengan dukungan struktur permodalan yang lebih kuat serta disiplin dalam pengelolaan biaya, kami percaya Win&Co berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Sugianto Soenario.
Manajemen menambahkan bahwa perseroan berkomitmen terus mencari peluang akselerasi bisnis. Tujuannya untuk mengoptimalkan aset dan modal kerja, mendongkrak profitabilitas, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Langkah penguatan bisnis COCO selama tahun 2025 meliputi transformasi digital lewat penerapan sistem ERP berbasis SAP.
>>> Indef Dorong Mineral Kritis Masuk Strategi Industri Nasional
Kapasitas produksi juga ditingkatkan menjadi 12.000 ton per tahun, serta perluasan jaringan distribusi B2B.