⌂ Beranda News Marjorie Taylor Greene Kecam Kebijakan Perang Trump Picu Inflasi

Marjorie Taylor Greene Kecam Kebijakan Perang Trump Picu Inflasi

Marjorie Taylor Greene Kecam Kebijakan Perang Trump Picu Inflasi
Marjorie Taylor Greene mengkritik kebijakan perang Donald Trump yang memicu inflasi
A A Ukuran Teks16px

Mantan Anggota DPR Amerika Serikat Marjorie Taylor Greene mengkritik keras kebijakan Presiden Donald Trump terkait Perang Iran.

Ia menilai kebijakan itu memicu lonjakan inflasi di dalam negeri pada pertengahan Juni 2026.

>>> Kansas City Gelar Piala Dunia 2026 dan Sediakan Berbagai Lokasi Nonton Bareng

Kritik tersebut mencuat setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan indeks harga konsumen. Angkanya naik 4,2 persen dalam setahun terakhir, menjadi lonjakan tertinggi dalam tiga tahun.

Dilansir dari The Hill, inflasi mencatatkan kenaikan sebesar 0,5 persen pada Mei 2026.

Ini pertama kalinya angka inflasi melampaui 4 persen sejak Mei 2023 akibat pengeluaran militer AS dan Israel di Iran.

"Unbelievable!! Here is exactly what Trump's war on Iran, costing billions everyday, is doing to Americans.

MAGA used to call this Biden inflation and scream from the rooftops over this garbage," kata Greene melalui unggahan di media sosial X pada 10 Juni 2026.

Greene menilai peningkatan pengeluaran harian demi perang telah membebani masyarakat AS secara langsung. Beban itu terlihat melalui kenaikan harga pangan dan bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar.

"NOT WHAT WE CAMPAIGNED FOR. NOT WHAT PEOPLE VOTED FOR.

NATION IN DECLINE," ujar Greene menambahkan dalam takarir unggahan yang sama.

Perselisihan ini memperlebar jarak antara Greene dan Trump.

Sang mantan anggota kongres mengundurkan diri dari jabatannya pada Januari lalu akibat perselisihan publik yang memanas sejak November.

>>> Saham Chandra Asri Pacific Berpotensi Menguat ke Level Resistance

Greene mengklaim bahwa keterlibatan militer di Timur Tengah telah melanggar janji kampanye awal Trump. Trump sebelumnya menentang perang luar negeri dan perubahan rezim di negara lain.

"We're in another f—ing war, and we've got American troops being killed," kata Greene saat perang pertama kali pecah pada 28 Februari.

Dalam wawancara terpisah bersama komentator konservatif Megyn Kelly, Greene mempertanyakan perubahan sikap Trump. Ia menilai Trump telah bergeser dari prinsip-prinsip politik yang mereka usung sebelumnya.

"I want to say, what is happening to the man that I supported, you supported, the man that denounced what happened in Iraq, the man that said 'No more foreign wars', 'No more regime change'?"

cetus Greene.

Dalam wawancara terbaru bersama Mario Nawfal pada 16 Juni 2026, Greene mengungkapkan keretakan hubungannya dengan Trump sudah dimulai sejak Juni 2025.

Saat itu Trump pertama kali memerintahkan pengeboman ke Iran.

Menurut Greene, perang tersebut tidak memiliki provokasi yang jelas dari pihak Iran.

Ia menilai perang itu murni dilakukan demi kepentingan luar negeri, meskipun Trump mengajukan berbagai alasan kepada publik.

"I think he did it on behalf of Israel. He said he did.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru