⌂ Beranda News Kementan Siapkan Infrastruktur Air Hadapi El Nino Juli 2026

Kementan Siapkan Infrastruktur Air Hadapi El Nino Juli 2026

Kementan Siapkan Infrastruktur Air Hadapi El Nino Juli 2026
Irigasi pertanian di sawah untuk antisipasi El Nino
A A Ukuran Teks16px

Kementan menginventarisasi kebutuhan rehabilitasi jaringan irigasi serta mengidentifikasi sumber air potensial seperti bendungan, sungai, mata air, dan air tanah.

Dukungan infrastruktur ini juga diusulkan kepada Kementerian PU dan pemerintah daerah.

"Saat ini, kami terus menginventarisasi data dan progres usulan kegiatan peningkatan, rehabilitasi, operasi dan pemeliharaan infrastruktur irigasi berbasiskan Inpres No 02 Tahun 2025 melalui aplikasi SIPURI," tandas Dhani.

Sinkronisasi program antara pemerintah pusat, pemda, dinas pertanian, balai pengelola irigasi, hingga Bappeda menjadi kunci efektivitas intervensi. Kerja sama lintas sektor ini krusial untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kami berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat menjaga semangat petani untuk terus berproduksi.

Pemerintah akan terus hadir memastikan ketersediaan air dan dukungan infrastruktur agar produksi pangan nasional tetap terjaga," katanya.

Jaminan Pasokan Pupuk Bersubsidi

Manajemen PT Pupuk Indonesia (PI) menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Dukungan tersebut diberikan melalui jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi dan optimalisasi distribusi ke sektor pertanian.

Vice President Manajemen Stakeholder PT Pupuk Indonesia, Susatyo Jati, memastikan kesiapan pasokan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi pemerintah.

Alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian pada 2026 ditetapkan sebesar 9,5 juta ton.

>>> Leandro Trossard Diprediksi Starter Saat Belgia Hadapi Mesir

"Kami terus menjaga kapasitas dan kesehatan pabrik agar mampu memenuhi alokasi yang telah ditetapkan pemerintah," ujar Susatyo.

Kapasitas produksi PI saat ini mencapai 8,8 juta ton untuk urea, 4,6 juta ton NPK, serta sekitar 1,5 juta ton untuk produk lainnya.

Kapasitas ini dikerahkan guna menjamin ketersediaan pupuk tepat jumlah dan tepat waktu bagi petani.

Hingga 31 Mei 2026, penyaluran pupuk subsidi telah mencapai sekitar 4 juta ton.

Angka ini setara dengan 45,17% dari kontrak yang diperjanjikan atau sekitar 41% dari total alokasi yang ditetapkan pemerintah melalui Kementan.

"Dengan capaian itu, realisasi penyaluran tahun 2026 berpotensi melampaui pencapaian tahun sebelumnya," kata Susatyo.

PT Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk di berbagai daerah untuk menghadapi potensi El Nino.

Per 8 Juni 2026, total stok yang tersedia di seluruh Indonesia mencapai 1,17 juta ton.

Stok tersebut terdiri atas 836 ribu ton pupuk bersubsidi dan 338 ribu ton pupuk nonsubsidi.

Jumlah ini diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 23 hari ke depan dengan rata-rata penebusan harian mencapai 37 ribu ton.

"Kami telah menyiapkan pupuk di lapangan demi membantu petani menghadapi iklim El Nino," katanya.

Pengawasan ketersediaan pupuk dilakukan mulai dari tingkat produsen lini I hingga III, sampai tingkat distributor dan kios pengecer resmi.

Saat ini terdapat sekitar 488 ribu ton stok pupuk yang tersebar di jaringan distribusi seluruh Indonesia.

>>> FC Barcelona Resmi Permanenkan Hamza Abdelkarim dari Al Ahly

"Kami terus memonitoring agar stok pupuk tersedia saat petani butuh, terutama pada masa tanam," ujar dia.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru