⌂ Beranda News Pertamina Patra Niaga Dorong Ketahanan Pangan dengan Bioflok dan Pertanian Terpadu

Pertamina Patra Niaga Dorong Ketahanan Pangan dengan Bioflok dan Pertanian Terpadu

Pertamina Patra Niaga Dorong Ketahanan Pangan dengan Bioflok dan Pertanian Terpadu
Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok di Dumai
A A Ukuran Teks16px

Masyarakat pesisir di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, mulai beralih ke budidaya ikan nila dengan sistem bioflok.

Langkah ini menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan penghasilan warga setempat.

>>> Dokter Laurencia Ardi Ungkap Alasan Tubuh Sering Ngidam Makanan Manis

Inisiatif tersebut muncul di tengah berbagai hambatan yang kerap dihadapi nelayan, seperti cuaca tidak menentu dan minimnya sarana perikanan.

Metode bioflok memungkinkan panen ikan nila dalam waktu 4 hingga 6 bulan.

Hasil budidaya diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri sekaligus dijual guna menambah pendapatan keluarga. Aktivitas ini ditopang oleh pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp.

Pemanfaatan energi terbarukan mampu memangkas pengeluaran listrik hingga Rp 9,3 juta per tahun.

Selain itu, sistem ini juga mereduksi emisi karbon sebanyak 5,52 ton CO₂ setiap tahunnya.

>>> Rahang Kecil Bikin Gigi Anak Tampak Besar, Ini Cara Stimulasinya

Pertanian Terpadu di Pematang Siantar

Upaya memperkokoh ketahanan pangan juga digalakkan di Sumatera Utara melalui gerakan Siantar Habonaron. Program ini berpusat di wilayah kerja Fuel Terminal Pematang Siantar.

Gerakan ini fokus pada optimalisasi lahan pekarangan rumah menjadi area pertanian terpadu. Masyarakat diajak membangun ekosistem pangan mandiri yang terintegrasi.

Dalam satu ekosistem, warga mengolaborasikan peternakan ayam petelur dengan budidaya sayuran. Limbah organik dan budidaya maggot juga dikelola untuk mendukung siklus produksi.

Telur dan sayuran segar langsung dialokasikan untuk konsumsi rumah tangga. Sisa makanan diolah menjadi pakan maggot yang kemudian dijadikan pakan ternak.

Kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam subur untuk sayuran. Anggota Kelompok Habonaron, Asih, merasakan dampak langsung dari program ini.

>>> OJK Panggil Solusiku Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan

"Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak saya menjadi terpenuhi dari hasil ternak ini," ujarnya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V.

Dumatubun, menyatakan bahwa kemandirian pangan nasional dapat diwujudkan dari level bawah. Pola ini membutuhkan pergerakan komunitas yang konsisten.

"Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Karena itu, kami terus menghadirkan program yang mengoptimalkan potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi, serta menciptakan manfaat sosial dan lingkungan," kata Roberth.

>>> Prabowo Perkuat BPKP, KPK, dan Kejaksaan Agung untuk Berantas Korupsi

Seluruh program tanggung jawab sosial perusahaan dirancang untuk menyasar aspek ekonomi. Fokus utamanya adalah memicu kemandirian finansial warga sekaligus memperkuat pasokan pangan di sekitar wilayah operasional.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru