⌂ Beranda News Pertamina Kembangkan Irigasi Energi Bersih di Desa Energi Berdikari Bali

Pertamina Kembangkan Irigasi Energi Bersih di Desa Energi Berdikari Bali

Pertamina Kembangkan Irigasi Energi Bersih di Desa Energi Berdikari Bali
Sistem irigasi energi bersih di lahan pertanian Bali
A A Ukuran Teks16px

Pertamina mengembangkan sistem irigasi berbasis energi baru terbarukan di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali. Program ini bernama Desa Energi Berdikari Uma Palak Lestari.

Infrastruktur tersebut mengairi lahan pertanian seluas 103 hektare. Jajaran komisaris dan manajemen Pertamina meninjau langsung fasilitas itu pada Sabtu (30/5).

>>> Final NBA 2026: San Antonio Spurs vs New York Knicks, Ulangan 1999

Teknologi dan Dampak Lingkungan

Program ini dibina oleh Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai. Sistemnya mengintegrasikan Renewable Battery Technology dan mikrohidro berkapasitas 21 kWp.

Berdasarkan data yang dilansir Detik Finance, infrastruktur tersebut mampu mengurangi emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun.

Teknologi ini dihadirkan untuk mengatasi keterbatasan pasokan air yang kerap memicu gagal panen saat musim kemarau.

Selain sistem pengairan digital, area pertanian kini didukung peralatan elektrik seperti traktor dan mesin penggiling padi.

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Inisiatif ini memberikan penghematan biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun bagi 408 penerima manfaat. Produktivitas lahan meningkat dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare.

>>> Livenation Jadi Topik Terpopuler di Google Trends Indonesia

Program ini juga mengembangkan lima hektare lahan padi organik varietas Mentik Susu dengan omzet Rp476 juta per tahun.

Kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata yang dilengkapi ruang terbuka hijau, jalur joging, dan area berkemah.

Fasilitas wisata itu berhasil menarik sekitar 72 ribu wisatawan dan menyumbang pendapatan masyarakat sebesar Rp64 juta per tahun.

Apresiasi dan Harapan

Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa program ini sukses memadukan sektor pertanian, kemandirian energi, dan pariwisata lokal.

"Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat," ujarnya dalam keterangan, Kamis (4/6/2026).

Pihak manajemen berharap skema pemberdayaan ini bisa direplikasi di wilayah kerja Pertamina yang lain.

>>> Lauv Hiatus dari Industri Musik demi Pulihkan Kesehatan Mental

"Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya," ujar Nanik.

Dukungan keberlanjutan program menjadi fokus utama dalam tanggung jawab sosial perusahaan di sekitar area operasional objek vital nasional.

"Pertamina berupaya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka bisa semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan," ujar Condro Kirono, Komisaris Independen Pertamina.

Masyarakat setempat merasakan perubahan signifikan pada sektor ekonomi dan hasil panen sejak program ini berjalan.

"Sejak kehadiran program TJSL Pertamina di tahun 2021 hingga 2026, melalui berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan, ternyata mampu semakin meningkatkan hasil pertanian dan juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok tani juga masyarakat.

>>> Melaney Ricardo Bantah Tudingan Tak Berempati soal Kasus Penipuan WO

Saya ucapkan terima kasih kepada Pertamina," ujar I Wayan Sukadana, Ketua Kelompok Usaha Bersama Uma Palak Lestari.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru