Badan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan peningkatan risiko cuaca ekstrem secara global dalam beberapa minggu dan bulan mendatang akibat munculnya pola cuaca El Nino.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).
>>> Astra Siapkan Dividen Besar dan Buyback Rp8 Triliun untuk Dongkrak TSR
Lembaga itu menyatakan ada 80 persen peluang terjadinya El Nino antara Juni dan Agustus, yang meningkat menjadi 90 persen pada November.
Dampak El Nino di Berbagai Wilayah
Fenomena ini ditandai oleh tidak normalnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah dan timur. WMO memproyeksikan El Nino tahun ini akan mencapai tingkat moderat hingga kuat.
Kondisi tersebut berpotensi menaikkan curah hujan di Amerika Serikat, selatan Amerika Selatan, Tanduk Afrika, dan Asia Tengah.
Namun, kekeringan diprediksi terjadi di Indonesia, Australia, Amerika Tengah, dan sebagian Asia Selatan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa sains sudah jelas: El Nino akan segera tiba dengan tingkat kepastian 90 persen.
>>> Daftar Harga OTR Mobil Chery Juni 2026 Terbaru, Mulai Rp264 Juta
Dunia harus menyikapinya sebagai peringatan iklim yang mendesak.
Guterres menambahkan bahwa dampaknya akan menghantam lebih keras, menyebar lebih jauh, dan melintasi batas-batas negara dengan kecepatan yang menghancurkan.
Ia mendesak percepatan transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.
Suhu panas ekstrem akibat El Nino juga diprediksi memicu kebakaran hutan parah.
>>> Sentimen Danantara dan Rupiah Tekan IHSG ke Rekor Terendah Baru
Uni Eropa berencana mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan armada pesawat ke wilayah berisiko tinggi seperti Yunani, Italia, Prancis, Spanyol, dan Portugal.
Sektor kesehatan dan ketahanan pangan menghadapi ancaman serius.
Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo mengatakan bahwa risiko lain meliputi meluasnya penyebaran penyakit serta merosotnya pasokan makanan dan air bersih.
Dampak ekonomi global juga dikhawatirkan memukul komoditas pertanian seperti kakao. Penurunan hasil panen diprediksi terjadi di Ekuador dan Afrika Barat yang memegang 60 persen produksi dunia.
CEO Barry Callebaut, Hein Schumacher, menyatakan bahwa El Nino dapat menyebabkan kenaikan harga kakao beberapa ribu per ton.
>>> Promo Minyak Goreng di Superindo, Hypermart, dan Lotte Mart Juni 2026
Pihaknya mengamati situasi ini dengan sangat hati-hati.