Suporter tim nasional Jepang kembali melakukan aksi bersih-bersih tribun stadion setelah pertandingan Piala Dunia 2026 melawan Belanda pada Minggu (14/6) malam.
Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat dunia dan sudah menjadi agenda wajib bagi para pendukung tim berjuluk 'Cahaya Asia' itu.
>>> Jadwal Piala Dunia 15 Juni 2026: Spanyol vs Tanjung Verde Malam Ini
Tradisi Kebersihan yang Mendalam
Seorang suporter mengutip pepatah Jepang, "Tatsu tori ato wo nigosazu," yang berarti "Seekor burung tidak meninggalkan apa pun di belakangnya."
Scott North, profesor sosiologi di Universitas Osaka, menjelaskan bahwa tindakan membersihkan stadion merupakan kelanjutan dari perilaku dasar yang diajarkan sejak sekolah.
>>> Saham BBCA Melonjak 5,49 Persen Setelah Sempat Terpuruk
"Dengan pengingat yang terus-menerus sepanjang masa kanak-kanak, perilaku tersebut menjadi kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat," ujarnya.
Budaya bersih di ruang publik ini juga menunjukkan kesadaran tinggi warga Jepang terhadap kebersihan lingkungan dan pemilahan sampah.
>>> Bursa Asia Melesat, Harga Minyak Anjlok Imbas Kesepakatan Damai AS-Iran
"Kegiatan membersihkan setelah acara seperti Piala Dunia juga merupakan cara para penggemar Jepang menunjukkan kebanggaan terhadap cara hidup mereka dan membagikannya kepada kita semua," kata Scott North.
Laga antara Jepang dan Belanda sendiri berakhir dengan skor imbang 2-2.
>>> Kesepakatan Damai AS-Iran Kurangi Beban Subsidi APBN
Aksi bersih-bersih suporter timnas Jepang setelah pertandingan melawan Belanda di Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan global.