Penelitian terbaru dari Oulu University Hospital, Finlandia, mengungkapkan bahwa lip tie atau kelainan jaringan ikat bibir atas pada bayi baru lahir tidak mengganggu proses menyusui.
Temuan ini membantah kekhawatiran banyak orang tua yang menganggap kondisi tersebut sebagai penyebab utama kesulitan pemberian ASI.
>>> DPR Dorong Ditjen Pajak Perkuat Aturan Pajak Perusahaan Digital Global
Studi yang dipublikasikan di Jama Network Open ini melacak 264 pasangan ibu dan bayi di rumah sakit tersebut sepanjang tahun 2023 hingga 2024.
Peneliti mengevaluasi struktur anatomi dan pergerakan frenulum bibir atas pada bayi sehat cukup bulan, lalu mencocokkannya dengan laporan pengalaman menyusui para ibu.
Data kuesioner pemantauan selama enam bulan menunjukkan tidak ada korelasi antara bentuk anatomi frenulum bibir atas dengan kendala menyusui.
Ketebalan maupun titik pelekatan jaringan tersebut tidak meningkatkan risiko hambatan laktasi.
Mayoritas ibu memang mengeluhkan kendala menyusui pada hari-hari pertama, tetapi hal itu lebih dipengaruhi oleh faktor pengalaman menyusui sebelumnya.
>>> Bursa Saham Asia Menguat Tipis Imbas Kesepakatan Selat Hormuz
Lip tie sendiri merupakan frenulum labial ekstra pendek atau kencang berupa jaringan segitiga yang menghubungkan gusi dan bibir atas.
Struktur ini normal dimiliki semua bayi, akan menyusut seiring pertumbuhan fisik, dan mengoreksi dirinya sendiri saat gigi taring anak mulai tumbuh.
Dokter anak dan spesialis kedokteran menyusui, Dr. Jenny Thomas, menyatakan anggapan bahwa kelainan anatomi tersebut menghambat posisi bibir bayi untuk melekat dengan baik pada payudara adalah keliru.
"Bahkan anak-anak dengan kondisi bibir sumbing dapat menyusui jika kita dapat membuat segel pada payudara," kata Dr Thomas.
Ia menambahkan bahwa bentuk frenulum labial terus berubah secara dinamis seiring waktu.
"Kami tahu bahwa penampilan frenulum labial berubah seiring waktu, jadi melakukan prosedur untuk mencegah komplikasi baik dengan menyusui, berbicara, atau apa pun tidak diperlukan," ujar Dr Thomas.
>>> Jadwal KRL Jogja-Solo 16 Juni 2026: Rute dan Tarif Rp 8.000
Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat (AAP) juga menegaskan bahwa lip tie adalah struktur mulut normal yang tidak memerlukan tindakan bedah kosmetik atau koreksi untuk melancarkan proses menyusui.
Operasi pemotongan jaringan atau frenotomi dinilai tidak mendesak dan justru berisiko memicu keengganan oral pada bayi akibat rasa sakit pascaoperasi yang membuat mereka semakin sulit menyusui.
Dokter anak dan neonatolog, Outi Aikio, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap setiap kendala laktasi pada bayi baru lahir daripada langsung memilih jalur operasi.
"Kesulitan menyusui pada bayi baru lahir harus selalu dinilai secara komprehensif," kata Outi Aikio.
Ia menegaskan, data penelitian tidak mendukung tindakan bedah pada frenulum bibir atas untuk bayi sehat yang lahir cukup bulan.
>>> Pengamat Nilai Layanan KAI Mampu Bersaing dengan Negara Maju
Langkah terbaik yang direkomendasikan adalah pemberian pendampingan serta dukungan menyusui yang berkualitas bagi ibu pada minggu-minggu awal pascapersalinan.