⌂ Beranda News Saham BBCA Melonjak 5,49 Persen Setelah Sempat Terpuruk

Saham BBCA Melonjak 5,49 Persen Setelah Sempat Terpuruk

Saham BBCA Melonjak 5,49 Persen Setelah Sempat Terpuruk
Grafik penurunan saham BBCA
A A Ukuran Teks16px

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Senin (15/6/2026).

Harga saham bank swasta terbesar ini melesat 5,49 persen ke posisi Rp 6.250 pada sesi I sekitar pukul 10.02 WIB.

>>> Kesepakatan Damai AS-Iran Kurangi Beban Subsidi APBN

Sebelumnya, saham BBCA sempat terpuruk hingga menyentuh level Rp 4.000-an.

Volume Transaksi dan Net Buy

Sebanyak 134,9 juta saham BBCA telah ditransaksikan dengan frekuensi 27.854 kali.

Total nilai transaksi mencapai Rp 836 miliar pada momen tersebut.

Data Stockbit Sekuritas menunjukkan saham BBCA mengantongi aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 126,4 miliar.

Pemulihan performa saham ini konsisten berada di zona hijau sejak 9 Juni 2026.

Jika dihitung dari penutupan 8 Juni, saham BBCA telah menguat sekitar 28 persen menuju level Rp 6.250.

Buyback Saham BBCA

Kenaikan harga saham ini bergulir di tengah realisasi program pembelian kembali (buyback) saham BBCA.

>>> Keito Nakamura Pakai Pelindung Kaki Sesuai Aturan IFAB di Piala Dunia

Langkah korporasi tersebut telah mendapat persetujuan dalam RUPST tahun buku 2025 pada 12 Maret 2026.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyatakan kebijakan ini merupakan kelanjutan buyback sejak April lalu.

“Pelaksanaan buyback saham BBCA merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia,” ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Ia menambahkan bahwa manajemen mengedepankan prinsip good corporate governance (GCG) dan mematuhi regulasi.

Agenda buyback ditargetkan berlangsung 12 bulan dari 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, kecuali diputuskan selesai lebih awal.

Sentimen Pasar dan IHSG

Pergerakan positif BBCA berjalan beriringan dengan IHSG yang melompat 3,7 persen sekitar pukul 10.06 WIB.

Phintraco Sekuritas menyebut penguatan IHSG didorong sentimen eksternal, termasuk ekspektasi kesepakatan damai AS-Iran dan penurunan harga minyak mentah di bawah US$ 90 per barel.

>>> Efek Relativistik Jadi Alasan Merkuri Tetap Cair pada Suhu Kamar

Faktor domestik seperti rencana efisiensi anggaran MBG dan pemangkasan target pembangunan koperasi desa Merah Putih hingga 50 persen juga turut menyumbang sentimen positif.

Nilai tukar rupiah menguat tajam 82 poin atau 0,46 persen ke posisi Rp 17.778 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin.

Penguatan pasar keuangan terjadi setelah AS dan Iran resmi menyepakati pengakhiran konflik bersenjata yang berlangsung hampir empat bulan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator mengumumkan kedua negara sepakat menyudahi seluruh operasi militer di semua lini termasuk Lebanon.

Presiden AS Donald Trump membenarkan pengumuman tersebut melalui platform Truth Social.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung,” tulisnya.

Sebagai bentuk kesepakatan, Trump memerintahkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade Angkatan Laut AS.

>>> Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta 1B

Penandatanganan dokumen damai secara formal dijadwalkan di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru