XLSmart Telecom Sejahtera Tbk menargetkan perluasan jaringan 5G hingga menjangkau 88 kota di Indonesia pada akhir 2026. Langkah ini bertujuan memberikan kecepatan internet rata-rata 100 Mbps kepada pelanggan.
Perusahaan telah menggelar lebih dari 20 ribu site 5G. Fokus saat ini adalah memperluas jangkauan secara nasional.
>>> Mondelez Indonesia Ajak Anak Bijak Kelola Plastik di Jakarta Future Festival 2026
"Kita sudah rollout 5G lebih dari 20 ribu site dan target kita rampung di 88 kota.
Pelanggan dapat merasakan kecepatan rata-rata sampai 100 Mbps," ujar Eben Eliezer Pandapotan, Core Planning Design & Deployment XLSmart.
Tantangan Spektrum dan Persiapan Infrastruktur
Keterbatasan spektrum frekuensi masih menjadi tantangan utama.
XLSmart saat ini memanfaatkan spektrum 2,3 GHz dengan lebar pita 40 MHz, padahal layanan optimal memerlukan sekitar 100 MHz.
Perusahaan telah mendistribusikan 4G ke lebih dari 400 kota melalui tiga merek: XL Axiata, Axis, dan Smartfren. Perluasan 5G akan disesuaikan bertahap dengan perkembangan ekosistem.
>>> WEF Beri Penghargaan Future of Inclusion ke Schneider Electric
"Ke depannya akan lebih banyak karena terkait kemampuan perangkat. Dengan pertumbuhan perangkat, kita akan lebih berkembang di jaringan," kata Eben.
XLSmart mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dari pemerintah untuk memperkuat kapasitas. Spektrum baru ini akan mendukung trafik data tinggi di perkotaan.
Eben menegaskan perluasan ke 88 kota merupakan rencana mandiri. Infrastruktur telah siap tanpa menunggu hasil lelang.
"Dengan adanya lelang frekuensi baru, otomatis akan kita implementasikan untuk menambah kapasitas dan kecepatan. Semua site 5G sudah siap," ujarnya.
>>> Betrand Putra Onsu Bela Karakter Komedi Ruben Onsu di Televisi
Strategi penggelaran di 88 kota akan menerapkan sistem menyeluruh. Manajemen berkomitmen mengaktifkan 5G di seluruh pemancar di wilayah target.
"Implementasi 5G XLSmart berbeda dengan operator lain. Di 88 kota, implementasinya full blanket, artinya semua BTS sudah 5G.
Satu kota full 5G, bukan hanya area industri atau bisnis," kata Astiyanto Tri Muktiwibowo, Group Head Marketing Segment XLSmart.
Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan pemanfaatan frekuensi hasil seleksi dapat dinikmati masyarakat segera.
"Kami sedang dalam proses seleksi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
>>> BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Kalimantan Barat Hari Ini
Mudah-mudahan sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia sudah bisa dirilis," ujar Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi.
