PT Indosat Tbk. (ISAT) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Nokia untuk memodernisasi jaringan seluler di seluruh Indonesia.
Langkah ini dilakukan melalui penerapan 5G Radio Access Network (RAN) yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).
>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Tiga Persen ke Level Terendah Tujuh Pekan
Nokia akan menyediakan jajaran perangkat radio generasi mutakhir, termasuk Habrok dan Pandion, baseband Levante, sistem Centralized RAN, serta platform manajemen dan otomatisasi jaringan tingkat lanjut.
Kombinasi solusi ini diklaim mampu mendukung operasional yang lebih cerdas dan efisien.
Infrastruktur baru ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mempercepat lahirnya layanan inovatif bagi masyarakat.
Strategi penggelaran teknologi dibagi berdasarkan pita frekuensi: untuk 5G pita rendah akan diterapkan di seluruh spektrum jaringan, sedangkan 5G pita menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80% populasi jaringan dalam 3,5 tahun ke depan.
>>> Senegal vs Arab Saudi: Uji Coba Terakhir Jelang Piala Dunia 2026
Penerapan otomatisasi berbasis AI dan fitur hemat energi dipercaya mampu menekan biaya operasional.
Proyek ini juga menjadi fondasi bagi konektivitas AI Grid nasional yang membuka jalan bagi integrasi AI yang lebih dalam pada struktur telekomunikasi.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan bahwa perusahaan terus berkembang untuk melayani pelanggan dengan memahami kebutuhan mereka secara lebih mendalam.
“Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan,” kata Vikram di Jakarta, Rabu (11/6/2026).
>>> Kuwait Tawarkan Minyak Mentah ke Kilang Asia, Tanda Selat Hormuz Mulai Terbuka
Ekspansi infrastruktur ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah BTS 5G Indosat yang mencapai 9.972 unit per akhir Maret 2026, melonjak drastis dibandingkan 107 unit pada kuartal I/2025.
President dan CEO Nokia Justin Hotard menambahkan bahwa babak berikutnya dari evolusi jaringan akan ditentukan oleh kemampuan operator memadukan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasi.
“Kemitraan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas di industri telekomunikasi,” ujarnya.
SVP Telecoms NVIDIA Ronnie Vasishta menilai kerja sama ini sebagai etalase transformasi masa depan.
>>> ASUS Zenbook DUO 2026: Laptop Dual Layar OLED 3K 144Hz untuk Multitasking Profesional
“Dengan mengembangkan AI-RAN secara bersama dan melangkah menuju uji coba lapangan di Indonesia, kami membantu membangun arsitektur di mana AI dan konektivitas berjalan berdampingan,” kata Ronnie.
