⌂ Beranda News BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Kalimantan Barat Hari Ini

BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Kalimantan Barat Hari Ini

BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Kalimantan Barat Hari Ini
Ilustrasi hujan lebat di Kalimantan Barat
A A Ukuran Teks16px

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Kalimantan Barat pada Selasa (9/6/2026).

Hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan melanda wilayah tersebut.

>>> Kemenhaj Beri Sanksi Oknum KBIHU Langgar Aturan Pembayaran Dam Haji

Kondisi atmosfer regional memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Meskipun indikator iklim global menunjukkan aktivitas El Niño di Samudra Pasifik dengan indeks Niño 3,4 sebesar +0,69 dan SOI -16,0.

Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memetakan potensi hujan harian di Kalimantan Barat untuk periode 9 hingga 15 Juni 2026.

Kategori hujan didominasi ringan hingga sedang.

>>> IHSG Dibuka Menguat 0,05% ke Level 5.344 pada 9 Juni 2026

Wilayah Berpotensi Hujan Sedang

Pada hari Selasa, hujan sedang berpotensi membasahi kawasan Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Landak, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.

Daerah lainnya diprediksi mengalami hujan ringan.

Prakirawan BMKG, Henokhvita, memaparkan adanya daerah konvergensi dan konfluensi di perairan Indonesia. Kondisi ini memicu pembentukan awan hujan dari perairan utara Maluku Utara hingga utara Papua Barat.

>>> IHSG 9 Juni 2026 Dibuka Menguat ke Level 5.372 Setelah Anjlok

BMKG juga meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan signifikan disertai petir dan angin kencang di kota besar seperti Tanjungpinang dan Palembang.

Selain potensi hujan, BMKG memberikan penjelasan mengenai fenomena bediding atau penurunan suhu udara yang ramai dibicarakan di media sosial.

"Bediding bukanlah fenomena yang 'melanda', melainkan kondisi musiman saat udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan," kata Ida Pramuwardani, Direktur Meteorologi Publik BMKG.

Menurut Ida, berkurangnya awan di malam hari menyebabkan energi panas bumi terlepas lebih cepat ke atmosfer. Suhu permukaan menurun menjelang pagi hari.

>>> Yamaha Luncurkan Vino 2026 dengan Mesin Honda 49 cc di Jepang

Karakteristik udara dingin musiman akibat pengaruh Monsun Australia ini mulai terasa sejak Juni. Diproyeksikan meningkat pada Juli hingga Agustus.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru