Pertamina Patra Niaga menaikkan harga jual BBM non subsidi jenis Pertamax di seluruh provinsi wilayah Papua dan Maluku mulai Rabu, 10 Juni 2026.
Penyesuaian ini dilakukan setelah koordinasi dengan pemerintah selaku regulator serta evaluasi berkala terhadap perkembangan harga minyak dunia.
>>> Venezuela Ungguli Irak 1-0 di Babak Pertama Laga Persahabatan
Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter.
Sementara itu, harga produk non subsidi lainnya tidak berubah: Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp21.200 per liter, Dexlite (CN 51) Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp25.350 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa langkah ini telah mematuhi regulasi yang berlaku.
>>> IHSG Melonjak 7,57 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penggerak
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan pasokan energi, kualitas layanan, serta keberlangsungan bisnis perusahaan.
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM tetap aman dan SPBU beroperasi normal.
>>> B. Braun Indonesia Mulai Produksi Alat Medis Compactplus di Cikampek
Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, atau aplikasi MyPertamina.
Harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Area Manager Communication Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, memaparkan bahwa harga baru berlaku di seluruh SPBU di Papua dan Maluku dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen.
>>> Studi: Banyak Saran Morning Sickness di YouTube Tak Berdasar Ilmiah
Informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi Pertamina Patra Niaga dan aplikasi MyPertamina, atau menghubungi Contact Center 135.
