Dana perwalian Jaminan Sosial Amerika Serikat diperkirakan akan habis pada tahun 2032. Jika itu terjadi, pemotongan manfaat secara otomatis sebesar 23-28% akan diberlakukan.
Seorang pensiunan yang menerima cek $2.000 per bulan bisa kehilangan hingga $560. Artinya, cek bulanannya menyusut menjadi $1.440.
>>> Saham EchoStar Melonjak 521 Persen, Rugi Bersih Q1 2026 Menyempit
Strategi Investasi Menghadapi Defisit
Untuk mengantisipasi dampak defisit tersebut, investor disarankan membangun portofolio dengan saham perangkat keras kecerdasan buatan (AI) sekarang. Kemudian, secara bertahap beralih ke saham dividen saat mendekati masa pensiun.
Pendekatan ini bertujuan untuk menutupi kekurangan pendapatan akibat pemotongan manfaat Jaminan Sosial. Saham AI menawarkan potensi pertumbuhan tinggi, sementara saham dividen memberikan pendapatan stabil.
Model pendanaan Jaminan Sosial saat ini bergantung pada pajak gaji pekerja aktif. Sistem ini berfungsi baik jika jumlah pekerja produktif lebih banyak dibandingkan pensiunan.
>>> Tiga ETF Pertumbuhan Mendominasi Pasar Bull Mega Cap
Namun, dengan meningkatnya jumlah pensiunan dan menurunnya rasio pekerja, model ini mulai goyah. Kantor Anggaran Kongres (CBO) memproyeksikan dana perwalian akan habis dalam enam tahun.
Saat ini, dana perwalian Old-Age and Survivors Insurance (OASI) memiliki $2,3 triliun dalam bentuk surat berharga Treasury.
>>> JPEGMAFIA Rilis Album Eksperimental 25 Lagu Jelang Tur Musim Gugur
Sejak 2010, pendapatan pajak gaji tidak mencukupi untuk membayar manfaat penuh, sehingga dana tersebut terus terkuras.
Jika dana habis, pajak gaji yang masuk hanya akan menutupi 77% dari manfaat yang dijadwalkan.
Hukum mewajibkan pemotongan otomatis sebesar 23-28% pada setiap cek pensiunan sehari setelah dana perwalian kosong.
>>> Saham Apple Melonjak Usai Laba Kuartalan Melampaui Ekspektasi
Dengan biaya hidup yang terus meningkat, penurunan pendapatan ini akan semakin memberatkan para pensiunan. Oleh karena itu, persiapan sejak dini melalui investasi yang tepat menjadi krusial.
