Investor hedge fund Michael Burry kembali membangun posisi baru di saham Alibaba Group Holding Limited pada awal April 2026.
Langkah ini dilakukan saat harga saham perusahaan e-commerce China tersebut sedang melemah.
>>> Saham EchoStar Melonjak 521 Persen, Rugi Bersih Q1 2026 Menyempit
Informasi ini diungkapkan Burry kepada para pengikutnya di platform Substack.
Ia menyebutkan bahwa fluktuasi pasar menciptakan peluang untuk membeli saham Alibaba dengan diskon besar, terutama jika dibandingkan dengan arus kas bebas yang sangat besar yang dihasilkan perusahaan.
Detail Pembelian
Dalam unggahannya, Burry menyatakan, "Saya membeli saham JD. com dan Alibaba hari ini.
>>> Tiga ETF Pertumbuhan Mendominasi Pasar Bull Mega Cap
JD adalah penambahan signifikan, dan Alibaba adalah posisi baru, sedikit di atas 6%. JD sedikit lebih besar dari itu."
Pembelian ini menandai kembalinya Burry ke saham Alibaba setelah ia menjual seluruh kepemilikannya pada kuartal ketiga 2025.
>>> JPEGMAFIA Rilis Album Eksperimental 25 Lagu Jelang Tur Musim Gugur
Sebelumnya, berdasarkan pengajuan regulasi 13F untuk Scion Asset Management, Burry memiliki 250.000 lembar saham Alibaba pada kuartal kedua 2025.
Saham Alibaba belakangan ini diperdagangkan pada kelipatan valuasi yang secara historis rendah. Hal ini disebabkan oleh pelarian investor internasional, pengetatan regulasi di China, serta ketegangan geopolitik yang berkepanjangan.
Burry, pendiri Scion Asset Management, dikenal sebagai investor value yang kerap mengambil posisi kontrarian.
>>> Saham Apple Melonjak Usai Laba Kuartalan Melampaui Ekspektasi
Keputusannya untuk kembali berinvestasi di Alibaba menunjukkan keyakinannya pada prospek jangka panjang perusahaan meskipun ada tekanan eksternal.
