Ford Motor Company mengubah strategi bisnisnya dengan mengalihkan fokus dari kendaraan listrik (EV) ke penyimpanan energi skala grid.
Langkah ini diambil setelah perusahaan mengalami kerugian besar di segmen EV.
>>> General Motors to Move Chevrolet Production from China to Mexico by 2027
Divisi baru bernama Ford Energy resmi dibentuk untuk menangani bisnis penyimpanan energi. Divisi ini merupakan bagian dari infrastruktur EV yang dialihkan.
Ford Energy menandatangani perjanjian lima tahun dengan EDF dan anak perusahaannya di Amerika Utara.
>>> Retirees Debate S&P 500 vs. Social Security Returns
Kesepakatan ini mencakup pengiriman hingga 20 gigawatt-jam (GWh) sistem baterai, dengan kapasitas tahunan mencapai 4 GWh.
Fokus pada Skala Industri
Lisa Drake, presiden Ford Energy, mengatakan perjanjian ini memvalidasi kebutuhan pasar akan pemasok sistem penyimpanan energi baterai (BESS) yang andal.
>>> Insmed Reports 44% Sequential Growth for Brinsupri, Reaffirms 2026 Revenue Target
“Kami tidak sekadar mengirimkan perangkat keras, tetapi juga kualitas yang dapat diprediksi dan kepercayaan operasional jangka panjang,” ujarnya.
Ford memanfaatkan keahlian manufaktur skala industri yang dimilikinya selama puluhan tahun. Perusahaan kini menerapkan kemampuan tersebut di luar kendaraan bermotor.
>>> Solana's 15% Drop Amid Bearish Technical Signals
Selain pertumbuhan energi terbarukan, permintaan listrik dari infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama percepatan bisnis ini. Ford melihat peluang besar di pasar penyimpanan energi yang terus berkembang.