Penyakit ginjal kronis sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi ini terutama berisiko bagi penderita diabetes dan hipertensi.
Tekanan darah dan kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah serta jaringan penyaring di ginjal secara perlahan.
>>> Guru Besar IPB University Ungkap Alasan Nyamuk Suka Golongan Darah O
Menurut data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kedua kondisi tersebut menjadi penyebab utama gagal ginjal.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali dua tanda awal kerusakan ginjal berikut demi penanganan sedini mungkin.
>>> Pertamina Patra Niaga Amankan Pasokan Energi Nasional Hingga Wilayah 3T
Kaki Bengkak yang Sering Dikira Efek Penuaan
Penumpukan cairan di dalam tubuh akibat ketidakmampuan ginjal membuang cairan berlebih dapat memicu pembengkakan.
Gejala ini sering muncul di pergelangan kaki, kantung mata membesar, sepatu mendadak sempit, atau wajah sembap di pagi hari.
Banyak orang menganggapnya sebagai efek penuaan biasa, padahal bisa menjadi tanda awal kerusakan ginjal.
>>> Subsidi Energi APBN 2026 Berisiko Melonjak Rp75 Triliun
Urine Berbusa dan Sering Kencing Malam
Perubahan pola buang air kecil juga patut diwaspadai. Urine yang tampak berbusa pekat akibat kebocoran protein (albumin) merupakan indikator kuat adanya masalah pada saringan ginjal.
Selain itu, urine bisa berwarna keruh atau bercampur darah. Frekuensi terbangun di malam hari untuk ke toilet juga meningkat.
>>> Brawijaya Hospital Luncurkan Pusat Layanan Terapi Stem Cell di Jakarta
Kenali tanda-tanda ini, terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi, untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
