Brawijaya Hospital Group resmi meluncurkan pusat layanan terapi regeneratif bernama Brawijaya Regenerative Stem Cell Center di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).
Layanan medis modern berbasis sel induk ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan peremajaan alami serta pemulihan jaringan tubuh pasien tanpa prosedur operasi besar.
>>> Gelandang Kanada Ismael Kone Jalani Operasi Cedera Parah di Vancouver
Teknologi Regeneratif untuk Kualitas Hidup Pasien
Teknologi sel hidup dari sel induk memiliki kemampuan khusus untuk memperbarui diri secara alami dalam memperbaiki jaringan tubuh.
Fasilitas ini mengintegrasikan teknologi regeneratif untuk mengoptimalkan penyembuhan di tingkat seluler serta mengatasi peradangan.
Manajemen rumah sakit menyatakan integrasi teknologi regeneratif tercanggih ini mengusung misi utama meningkatkan kualitas hidup pasien melalui metode penyembuhan seluler.
“Kami mengintegrasikan teknologi regeneratif tercanggih dengan satu misi: meningkatkan kualitas hidup pasien secara nyata melalui penyembuhan di tingkat seluler,” ujar Kevin, Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group.
Manajemen juga menegaskan komitmennya menghadirkan pusat keunggulan medis yang didukung tim ahli tersertifikasi resmi.
“Didukung tim ahli tersertifikasi dan standar keamanan yang ketat, kami berkomitmen menjadi pusat keunggulan medis berstandar global bagi setiap pasien,” tegas Kevin.
Kemitraan Strategis dengan Laboratorium Eksternal
Untuk memastikan keamanan material sel, Brawijaya Hospital Group menjalin kemitraan strategis dengan laboratorium eksternal.
Kerja sama dilakukan bersama laboratorium Regenic yang telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
“Untuk menjamin kualitas material sel, Brawijaya Hospital Group bekerja sama dengan laboratorium Regenic yang telah tersertifikasi CPOB.
>>> Timnas Kanada Bertekad Bangkit Demi Ismaël Koné Usai Menang Telak
Seluruh prosedur dilakukan di lingkungan rumah sakit oleh tim dokter tersertifikasi dan berpengalaman,” ujar Kevin.
Pihak medis menjelaskan karakteristik sel induk memiliki keistimewaan dalam meregenerasi jaringan. Kemampuannya dapat berkembang menjadi sel-sel spesifik sesuai kebutuhan tubuh.
“Kemampuan stem cell untuk memperbarui diri dan berkembang menjadi sel-sel spesifik memungkinkan tubuh memperbaiki jaringan yang rusak dan meredakan peradangan secara alami,” kata dr Tasya Anggrahita, Sp.
BP-RE, Subsp. E.
L dari Brawijaya Hospital.
Keunggulan Dibanding Terapi Lain
Terapi berbasis sel induk menawarkan keunggulan lebih menyeluruh dibandingkan metode perawatan booster kulit lainnya. Sistem kerjanya berfokus pada perbaikan jaringan rusak langsung dari dalam sel tubuh.
“Dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif.
Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor yang berperan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan,” jelas dr Tasya Anggrahita.
Pada bidang ortopedi, teknologi regenerasi ini memberikan alternatif pemulihan bagi cedera sendi dan ligamen yang sulit disembuhkan.
>>> Skotlandia Incar Sejarah Baru ke Babak Gugur Piala Dunia
Prosedur ini menstimulasi pemulihan sel-sel yang sakit secara efektif tanpa pembedahan berskala besar.
“Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit.
Aplikasinya luas, mulai dari regenerasi tendon, tulang rawan sendi (misalnya pada lutut), ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang yang mengalami cedera maupun robek,” jelas dr Auliya Akbar, Sp.
OT, Subsp. PL.
Skrining Ketat untuk Keamanan Pasien
Sebelum mendapatkan tindakan medis, setiap pasien diwajibkan melewati prosedur skrining ketat yang dipandu oleh dokter konselor khusus.
Langkah tersebut menjadi bagian dari prioritas utama rumah sakit dalam menjaga aspek keselamatan pasien.
“Dalam setiap terapi stem cell, hal yang paling utama adalah keamanan pasien,” ujar dr Venty Muliana Sari Soeroso, M.
Sc. , dokter konselor khusus.
Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan produk dari laboratorium bersertifikasi CPOB yang diberikan sesuai dengan indikasi medis pasien.
>>> BGN Hentikan Sementara Makan Bergizi Gratis Saat Libur Demi Efisiensi
“Setiap pasien menjalani evaluasi terlebih dahulu untuk memastikan terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya — seluruh proses dilakukan secara hati-hati, mengikuti standar medis yang berlaku, dan menggunakan produk dari laboratorium bersertifikat CPOB,” tegas dr Venty Muliana Sari Soeroso.
