Anggapan bahwa nyamuk lebih gemar menggigit orang bergolongan darah O ternyata memiliki dasar ilmiah.
Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Upik Kesumawati, membenarkan hal tersebut.
>>> Gelandang Kanada Ismael Kone Jalani Operasi Cedera Parah di Vancouver
Riset di Jepang pada tahun 2004 membuktikan bahwa nyamuk memang lebih sering mengisap darah dari individu bergolongan darah O.
Hal ini karena tubuh mereka memproduksi asam laktat dan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah lebih tinggi.
"Orang bergolongan darah O mempunyai senyawa volatil lebih banyak dibanding golongan darah A, sehingga lebih mudah dideteksi nyamuk," jelas Upik dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.
>>> Timnas Kanada Bertekad Bangkit Demi Ismaël Koné Usai Menang Telak
Meski begitu, pemilik golongan darah lain tidak sepenuhnya aman. "Siapa pun bisa dihisap darahnya, hanya ada kecenderungan golongan darah O lebih disukai," tegasnya.
Faktor Lain yang Memengaruhi Ketertarikan Nyamuk
Upik juga meluruskan persepsi bahwa darah adalah makanan utama nyamuk. Darah hanya diperlukan nyamuk betina untuk reproduksi dan pematangan telur.
Nyamuk jantan mendapatkan energi dari nektar bunga dan cairan tumbuhan.
Selain golongan darah, faktor visual seperti warna pakaian turut berpengaruh. Pakaian gelap menyerap panas, membuat suhu tubuh lebih hangat dan menarik nyamuk.
>>> Skotlandia Incar Sejarah Baru ke Babak Gugur Piala Dunia
"Nyamuk menyukai kondisi hangat dan lembap," kata Upik.
Ia juga mematahkan anggapan bahwa nyamuk bisa menularkan HIV/AIDS. Virus HIV tidak dapat bereplikasi di tubuh nyamuk dan mati dalam waktu singkat.
Untuk menghindari gigitan, masyarakat disarankan menerapkan 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah yang berpotensi menjadi tempat pembiakan.
>>> BGN Hentikan Sementara Makan Bergizi Gratis Saat Libur Demi Efisiensi
Perlindungan tambahan bisa dengan losion antinyamuk, pakaian tertutup, dan kelambu tidur.