Kandungan gula yang tinggi pada sejumlah produk probiotik memicu kekhawatiran di kalangan konsumen. Banyak yang mulai mempertanyakan apakah manfaat bakteri baik sebanding dengan ancaman diabetes dalam jangka panjang.
Kekhawatiran ini muncul karena unsur pemanis kerap diabaikan saat membahas produk dengan klaim kesehatan. Pengguna cenderung memaklumi penambahan gula demi mendapatkan khasiat untuk saluran pencernaan.
>>> Trump Klaim Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz Segera Ditandatangani
Kadar pemanis pada beberapa produk probiotik ternyata cukup tinggi meski dalam botol ukuran kecil. Jika disetarakan dengan volume yang sama, konsentrasi gulanya bahkan melebihi takaran pada minuman bersoda.
Sejumlah produk probiotik mengandung gula mencapai 15 hingga 18 gram per 100 ml. Sebagai perbandingan, minuman soda varian reguler hanya mengandung 10 gram gula per 100 ml.
Fungsi Gula dan Risiko Kesehatan
Zat gula sebenarnya berfungsi menjaga viabilitas mikroorganisme selama fermentasi. Namun, produsen sering menambahkannya lebih banyak untuk menyamarkan rasa asam hasil fermentasi.
>>> Jadwal KRL Solo Jogja Minggu 14 Juni 2026 Lengkap dari Palur ke Yogyakarta
Saat ini beberapa produsen telah meluncurkan varian rendah gula yang diklaim tetap mempertahankan khasiat.
Di sisi lain, makanan probiotik alami seperti tempe tidak memerlukan pemanis tambahan dalam proses fermentasinya.
>>> Victor Wembanyama Terancam Sanksi Absen di Game 5 Final NBA
Masyarakat cenderung mengabaikan profil nutrisi menyeluruh ketika produk membawa label khasiat tertentu. Situasi ini juga terjadi pada produk berlabel lebih sehat yang klaimnya belum tentu sesuai standar regulasi.
Kepala BPOM RI menjelaskan bahwa produk probiotik tertentu masuk kategori 'low sugar', bukan 'less sugar'. Perbedaan ini bergantung pada kandungan gula dan pembanding yang digunakan.
Jika tidak diwaspadai, penyerapan gula berlebih dapat memicu gangguan metabolik tubuh. Konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, dr Dicky Levenus Tahapary, mengonfirmasi adanya ancaman nyata terhadap penyakit diabetes.
>>> Turki Hadapi Australia di Laga Pembuka Grup D Piala Dunia 2026
Ia menyebutkan bahwa konsumsi minuman manis meningkatkan risiko diabetes berdasarkan penelitian yang ada. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi tentang hidden sugar.