Niven Hopkins, seorang pria berusia 26 tahun, mengaku merasa sangat sehat sebelum hidupnya berubah drastis.
Ia rutin berolahraga di gym, berlari, dan bekerja di bidang teknik yang menguras tenaga fisik.
>>> IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.805 pada Sesi I Perdagangan
Namun, pada suatu malam di bulan Juni 2024, sepulang kerja, kakinya tiba-tiba terasa sangat nyeri. Niven mengira jari kakinya patah, padahal ia tidak pernah membenturkan kaki ke apapun.
Keesokan paginya, ia terbangun dengan kondisi kaki membengkak, memerah, dan rasa sakit yang luar biasa. Dokter kemudian mendiagnosisnya terkena serangan asam urat parah.
>>> Brian Uriarte Bertekad Tampil Habis-habisan di Balaton Park
Niven mengaku jarang mengonsumsi alkohol, sehingga diagnosis tersebut terasa janggal. Setelah menjalani tes darah, ia diizinkan pulang.
Diagnosis Gagal Ginjal
Beberapa hari kemudian, saat berlibur bersama teman-temannya di Lake District, Inggris, ponsel Niven berdering pada pukul 4 pagi.
Pihak rumah sakit memintanya untuk segera datang.
>>> Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, dan BNI 5 Juni 2026 Tembus Rp 18.000
Hasil tes darah menunjukkan bahwa Niven mengalami gagal ginjal.
Ia tidak menyangka bahwa nyeri kaki dan kelelahan kronis yang ia rasakan adalah gejala awal gagal ginjal stadium akhir.
>>> Pemerintah Berpotensi Naikkan Porsi DMO Batu Bara Menjadi 30 Persen
Kisah Niven menjadi pengingat pentingnya tidak mengabaikan gejala kesehatan, meskipun terlihat sepele.