⌂ Beranda News Pertamina Patra Niaga Amankan Pasokan Energi Nasional Hingga Wilayah 3T

Pertamina Patra Niaga Amankan Pasokan Energi Nasional Hingga Wilayah 3T

Pertamina Patra Niaga Amankan Pasokan Energi Nasional Hingga Wilayah 3T
SPBU Pertamina dengan harga Pertalite dan Biosolar
A A Ukuran Teks16px

Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional hingga ke kawasan terpencil.

Ketersediaan energi yang merata dipandang sebagai pondasi krusial bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di tengah tantangan geografis Indonesia yang kompleks.

>>> Gelandang Kanada Ismael Kone Jalani Operasi Cedera Parah di Vancouver

Perusahaan bertindak sebagai garda terdepan dengan memastikan energi tetap aman, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di pelosok negeri.

Sepanjang Tahun Buku 2025, berbagai capaian strategis telah dicatatkan. Langkah ini mencakup perluasan akses di wilayah 3T, penguatan infrastruktur distribusi, hingga penyediaan energi ramah lingkungan.

"Pertamina Patra Niaga menjalankan operasional penyediaan energi dengan mengedepankan prinsip 4A+1S, yakni Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.

Keandalan pasokan energi terbukti optimal pada momen krusial, seperti masa Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru.

Pemantauan selama 24 jam dan sinergi lintas instansi memastikan kelancaran distribusi BBM, LPG, dan Avtur saat mobilitas masyarakat mencapai puncaknya.

Saat terjadi situasi darurat dan bencana alam, perusahaan hadir mengamankan kebutuhan energi warga.

>>> Timnas Kanada Bertekad Bangkit Demi Ismaël Koné Usai Menang Telak

Distribusi terintegrasi lewat jalur darat, laut, dan udara ditempuh bersama pemerintah, TNI/Polri, serta pemerintah daerah demi menjaga ketahanan energi.

Pemerataan energi diwujudkan melalui Program BBM Satu Harga yang kini telah menjangkau 588 titik di Indonesia.

Selain itu, terdapat 421 SPBU Nelayan yang beroperasi untuk mendukung produktivitas ekonomi masyarakat pesisir di sektor perikanan.

Jaringan distribusi nasional ditopang oleh lebih dari 125 terminal BBM, ribuan SPBU, 40 terminal LPG, dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

Sarana ini diperkuat oleh jaringan pipa, armada mobil tangki, kapal, serta transportasi udara.

Kapasitas penyimpanan strategis terus ditingkatkan sepanjang tahun 2025, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang mengalami lonjakan konsumsi.

Pengembangan TBBM Maumere dimulai pada pertengahan 2025 untuk memperkuat keandalan operasi di area Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

>>> Skotlandia Incar Sejarah Baru ke Babak Gugur Piala Dunia

Pertamina Patra Niaga juga sukses melaksanakan uji coba fungsi atau commissioning pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap 1.

Proyek ini ditargetkan mampu meningkatkan keandalan penyaluran energi di wilayah Kalimantan dan sekitarnya.

Tata kelola distribusi diperketat melalui Program Subsidi Tepat BBM dan LPG yang terintegrasi secara digital.

Langkah digitalisasi ini telah diterapkan di 513 kabupaten atau kota agar penyaluran subsidi semakin akurat, transparan, dan tepat sasaran.

Mendukung agenda transisi energi, layanan Pertamax Green 95 kini telah tersedia di 180 SPBU dan akan terus diperluas.

Perusahaan juga mengembangkan bioenergi, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF/Bioavtur), guna mendukung target emisi rendah jangka panjang.

>>> BGN Hentikan Sementara Makan Bergizi Gratis Saat Libur Demi Efisiensi

"Kami berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," tutup Roberth.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru