⌂ Beranda News China Berhasil Transplantasi Ginjal dan Hati Babi ke Manusia

China Berhasil Transplantasi Ginjal dan Hati Babi ke Manusia

China Berhasil Transplantasi Ginjal dan Hati Babi ke Manusia
Ilustrasi transplantasi ginjal dan hati babi ke manusia
A A Ukuran Teks16px

Tim peneliti asal China menorehkan sejarah baru dengan meluncurkan uji coba transplantasi organ ginjal sekaligus hati hewan babi ke tubuh manusia untuk pertama kalinya pada akhir Mei 2026.

Prosedur medis mutakhir tersebut dilaksanakan terhadap seorang pasien yang telah mengalami kondisi kematian batang otak.

>>> AS Serang Iran, Harga Minyak WTI Melonjak Mendekati US$90

Uji coba klinis ini menandai lompatan besar dalam dunia kedokteran karena mengintegrasikan dua organ babi sekaligus pada satu resipien.

Sebelumnya, seluruh eksperimen xenotransplantasi atau pencangkokan organ lintas spesies hanya pernah melibatkan satu organ tunggal dalam satu waktu operasi karena kompleksitas prosedur dan risiko komplikasi yang sangat tinggi.

Modifikasi Genetik Babi Donor

Operasi pencangkokan ganda ini memanfaatkan organ dari hewan babi donor yang telah melewati masing-masing enam tahap modifikasi genetik.

>>> Rupiah Menguat ke Rp18.058 per Dolar AS pada Sore Hari

Tujuannya untuk menekan risiko penolakan alami dari sistem imun tubuh manusia.

Peneliti menonaktifkan sejumlah gen babi tertentu serta menambahkan beberapa gen manusia baru agar karakteristik organ tersebut dapat lebih kompatibel dan menyerupai organ manusia asli.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Menjadi 5,50 Persen

Pasca-operasi selesai dilaksanakan, tim medis segera melakukan analisis fungsional berkala dan mendeteksi bahwa performa kerja dari kedua organ tersebut terbukti mendekati fungsi organ manusia.

Kendati demikian, gejala penolakan jaringan organ mulai terdeteksi oleh para peneliti sekitar 36 jam setelah prosedur operasi penggabungan itu selesai dilakukan.

Tim peneliti berpendapat bahwa indikasi komplikasi penolakan tersebut berpeluang besar untuk diatasi di masa mendatang dengan pemakaian obat-obatan khusus peredam imun guna menekan risiko penolakan jangka panjang.

>>> Permintaan Saham IPO SpaceX Membeludak, Oversubscribed Berkali-kali Lipat

Mereka juga memberikan penegasan bahwa hasil studi ini baru berbasis pada pemantauan satu kasus tunggal dengan durasi observasi terbatas selama lima hari, sesuai kesepakatan dengan pihak keluarga pasien terkait pelaksanaan proses pemakaman.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru