Subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diprediksi berisiko melonjak hingga Rp75 triliun.
Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp381,3 triliun itu terancam membengkak meskipun harga minyak mentah dunia mulai melandai.
>>> Gelandang Kanada Ismael Kone Jalani Operasi Cedera Parah di Vancouver
Sejumlah lembaga keuangan internasional memproyeksikan rata-rata harga minyak dunia 2026 sekitar US$80 per barel.
Angka itu lebih tinggi dari asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel.
Proyeksi Kenaikan Subsidi Energi
Ekonom Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi memprediksi selisih harga minyak tersebut berpotensi menambah beban fiskal secara signifikan.
"Selisih US$10 per barel dari asumsi ICP US$70 berpotensi mendorong kenaikan beban subsidi energi signifikan," kata Badiul, Jumat (19/6/2026).
Dengan baseline Rp381,3 triliun, tambahan tekanan fiskal bisa berada pada kisaran Rp50—Rp75 triliun jika asumsi kurs dan konsumsi tetap konstan.
Perbedaan realisasi ICP dengan asumsi APBN cukup berisiko bagi subsidi BBM, LPG 3 kg, dan listrik bersubsidi.
Badiul meminta pemerintah tetap waspada meskipun konflik Timur Tengah mulai mereda. "Pemerintah perlu menyiapkan skenario harga minyak US$80—US$90 agar risiko fiskal tidak membengkak," ungkapnya.
>>> Timnas Kanada Bertekad Bangkit Demi Ismaël Koné Usai Menang Telak
Harga minyak mentah dunia bergerak melemah seiring analisis pasar terhadap pakta perdamaian sementara antara AS dan Iran. Dokumen kesepakatan telah ditandatangani secara digital oleh presiden kedua negara.
Kesepakatan itu berpotensi membuka kembali aliran jutaan barel minyak dari Timur Tengah. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz diharapkan kembali normal setelah berakhirnya blokade ganda.
Konflik pecah pada akhir Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai respons, Teheran memblokir Selat Hormuz yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 0,9% menjadi US$79,17 per barel.
Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 0,8% menjadi US$76,01 per barel.
Goldman Sachs memangkas proyeksi harga minyak Brent untuk kuartal IV-2026 menjadi US$80 per barel dari sebelumnya US$90 per barel.
>>> Skotlandia Incar Sejarah Baru ke Babak Gugur Piala Dunia
Bank investasi itu mengasumsikan ekspor dari kawasan Teluk kembali normal ke level sebelum perang pada akhir Juli.
"Meskipun rincian lengkap perjanjian belum jelas, kami berasumsi ekspor dari Teluk Persia akan kembali normal ke tingkat sebelum perang pada akhir Juli," kata analis Goldman Sachs, Daan Struyven.
Proyeksi rata-rata harga minyak Brent sepanjang 2027 juga dipangkas menjadi sekitar US$75 per barel.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kenaikan harga ICP periode April ke level US$117,31 per barel tidak akan memengaruhi harga BBM bersubsidi.
Ia mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk merumuskan hitung-hitungan ICP hingga rata-rata US$100 per barel.
Total pagu anggaran subsidi energi dalam APBN 2026 mencapai Rp210,06 triliun.
Perinciannya: subsidi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) Rp25,14 triliun; subsidi LPG tabung 3 kg Rp80,26 triliun; dan subsidi listrik Rp104,64 triliun.
>>> BGN Hentikan Sementara Makan Bergizi Gratis Saat Libur Demi Efisiensi
Jika digabungkan dengan anggaran kompensasi energi, total subsidi dan kompensasi energi 2026 dipatok Rp381,3 triliun.
